Giri Menang (Suara NTB) – Tradisi budaya unik Lebaran Topat di Lombok Barat (Lobar) menjadi agenda tahunan. Kali ini, ajang atau event tradisi budaya ini dipusatkan di Amphiteater Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lobar. Dalam prosesi Lebaran Topat ini kental dengan kesakralan dari akar tradisi yang menjadi warisan leluhur masyarakat Lombok yang sarat nilai religi, spiritual, dan sosial.
Prosesi ini melalui berbagai ritual, mulai dari mengambil air di Lingkoq Beleq, ziarah makam, zikir, dan doa. Dilanjutkan parade Gunungan Ketupat hingga memotong ketupat menjadi puncak prosesi Lebaran Topat. Selepas acara sakral itu, Bupati Lobar bersama Gubernur NTB makan ketupat hingga menari bersama para wisatawan asing.
Pada Sabtu (28/3/2026), sekitar pukul 08.00 Wita, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal bersama istri, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha, jajaran Forkopimda dan Kepala OPD berkumpul di Kantor Camat Batulayar lalu naik cidomo menuju Lingkok Beleq.
Di Lingkoq Beleq, Gubenur dan Bupati serta Forkopimda mengambil air dari sumber air yang ada di sana. Kemudian mereka berjalan kaki dari Lingkok Beleq menuju Makam Batulayar. Di Makam Batulayar, dilakukan prosesi zikir dan doa. Selanjutnya, Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur serta Forkopimda Lobar naik mobil dari Makam Batulayar menuju lokasi start Pawai Gunungan Topat.
Parade Gunungan Topat diikuti oleh Bupati Lobar dan Wakil Bupati Lobar, Gubernur NTB serta Forkopimda Lobar dengan titik finis di Amphiteater Senggigi, lokasi puncak acara lebaran Topat. Puncak acara dilakukan belah ketupat oleh Gubernur bersama Bupati, Wabup dan jajaran Forkopimda.
Setelah belah ketupat, Gubernur bersama Bupati dan Wabup serta Forkopimda duduk secara lesehan untuk memakan tupat yang telah disiapkan pada dulang pesaji. Mereka bersama-sama pengunjung dan wisatawan asing makan ketupat bersama. Tampak wisatawan dari berbagai negera, seperti mahasiswa Malaysia yang sedang KKN Internasional di sejumlah desa di Lobar ikut makan-makan hidangan ketupat. Ada juga wisatawan dari Australia, German, dan negara lain begitu menikmati makanan khas Sasak itu.
“Ini makanan khas (Sasak Lombok) yang enak,” kata Sharan, salah seorang wisatawan dari Malaysia.
Makanan khas yang disajikan dirasakan sangat pas dengan lidahnya, karena sesama negara Asia. Keunikan bentuk Topat dan rasa dipadukan dengan bumbu dan cara penyajian di dulang pesaji menjadi daya tarik tersendiri baginya. Terlebih dengan bungkusan event budaya tradisi lokal semacam ini sangat menarik. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan tradisi unik ini. Sehingga dari event ini menjadi hal baru yang diperolehnya di Lombok.
Hal ini kata Sharan, sesuai dengan tujuannya belajar atau KKN Internasional di Lobar bersama puluhan mahasiswa Malaysia lainnya, yakni belajar tradisi lokal dan cara hidup masyarakat lokal di wilayah Lobar.
Usai prosesi Lebaran Topat, Gubernur dan Bupati serta Forkopimda menari bersama wisatawan asing. Tampak wisatawan asyik joget bareng mengikuti irama musik di atas panggung.
Dalam kesempatan itu, Bupati LAZ, menyampaikan Lebaran Topat kali ini digelar begitu berbeda dan variatif. Sehingga event ini mampu menjadi daya tarik wisatawan lokal dan dari berbagai negara yang ikut menyaksikan. “Alhamdulillah dari pengunjung berbagai negara hadir menyaksikan event ini, karena kami berupaya menghadirkan yang berbeda,” kata LAZ.
Menurutnya, event ini menjadi daya tarik karena Lebaran Topat bukan sekadar perayaan, melainkan warisan leluhur masyarakat Lombok yang sarat nilai spiritual dan sosial. Lebaran Topat diperingati setiap 8 Syawal, tepat sepekan setelah Idulfitri. Tradisi ini telah mengakar kuat, ditandai dengan ziarah ke makam para ulama, doa bersama, hingga kebersamaan masyarakat yang memadati kawasan pantai, khususnya di wilayah Kecamatan Batulayar.
Berbagai atraksi budaya, termasuk parade kreatif yang melibatkan pelaku pariwisata seperti hotel dan resort, turut meramaikan suasana. Ke depan, ia pun akan terus melakukan penyempurnaan pada pelaksanaan kegiatan ini agar lebih ramai pengunjung.
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal pun menyapa para wisatawan yang hadir. Iqbal menyampaikan bahwa di NTB, khususnya Pulau Lombok ini menyiapkan berbagai event unik dalam setahun yang bisa disaksikan oleh wisatawan. Meskipun perayaan Lebaran Topat terus mengalami evolusi dari sisi kemasan dan penyelenggaraan, namun prosesi serta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. (her)

