Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot mulai menerapkan kebiasaan sepeda sehat ke kantor. Upaya sama juga dilakukan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori menggunakan sepeda motor pribadi sebagai upaya efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Bersepeda selain menghemat BBM kita juga dapet sehatnya. Kami juga akan menerapkan kebiasaan menggunakan kendaraan yang memuat banyak orang dibandingkan menggunakan kendaraan dinas,” kata Jarot, kepada wartawan, Senin (30/3).
Bupati berangkat dari Pendopo dengan mengayuh sepeda menuju kantor sebagai upaya membangun kesadaran bersama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) tentang pentingnya penghematan BBM. Langkah ini juga menjadi simbol perubahan pola pikir, bahwa kebijakan tidak cukup disampaikan melainkan harus dimulai dari teladan pimpinan.
“Kalau ingin mengajak harus dimulai dari diri sendiri. Ini langkah kecil, tapi kalau dilakukan bersama, dampaknya akan besar,” ucapnya.
Bupati mengaku mendapat respons positif dari jajaran pemerintah daerah dengan menggunakan sepeda ke kantor. Bahkan sejumlah ASN terlihat mengikuti langkah tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus kontribusi nyata terhadap penghematan energi.
“Dengan bersepeda, ASN tidak hanya mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga meningkatkan kebugaran tubuh yang berdampak pada produktivitas kerja,” jelasnya.
Jarot turut mengingatkan potensi tantangan energi global yang bisa berdampak hingga ke daerah. Meski kondisi stok BBM di Sumbawa masih aman, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif melalui efisiensi penggunaan energi.
“Memang stok BBM kita saat ini masih cukup aman, tetapi apa yang kami lakukan ini (bersepeda) menuju kantor sebagai bentuk ikhtiar kami mendorong ASN untuk melakukan antisipasi kemungkinan yang terjadi salah satunya dampak krisis BBM,” ujarnya. (ils)

