Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah dihadapkan pada minimnya jumlah guru yang memenuhi syarat untuk bisa diangkat menjadi kepala sekolah (kepsek). Akibatnya, ada seratusan sekolah di daerah ini belum memiliki kepala sekolah. Baik itu untuk tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd., kepada awak media di sela-sela perayaan Lebaran Topat di Praya, Sabtu (28/3/2026).
Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Loteng untuk sementara waktu telah mengangkat Pelaksana Tugas (Plt.) di sekolah-sekolah tersebut. Pengangkatan Plt. itu supaya tugas-tugas pelayanan belajar mengajar bisa tetap berjalan.
“Total ada sekitar 107 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah. Tidak hanya hanya tingkat SD dan SMP saja. Malahan ada TK juga,” terangnya.
Ia mengatakan, jumlah guru yang memenuhi syarat untuk diangkat sebagai kepala sekolah saat ini memang sangat terbatas. Apalagi dengan adanya regulasi dari pemerintah pusat yang mengatakan kalau guru yang bisa diangkat sebagai kepala sekolah ialah guru dengan pangkat minimal III.C dan sudah lulus pelatihan menjadi calon kepala sekolah.
Sebagai solusi jangka panjang, pihaknya sudah mengundang para guru di Loteng untuk mengikuti proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Dalam hal ini pihaknya akan menggandeng Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB. Bagi yang lulus seleksi nanti akan dilatih selama dua bulan oleh BGTK NTB.
“Mereka yang dinyatakan lulus proses pelatihan BGTK NTB selanjutnya akan ditetapkan sebagai BCKS yang selanjutnya akan disiapkan untuk mengisi posisi atau jabatan kepala sekolah yang kosong,” sebutnya.
Pihaknya berharap bisa sebanyak-banyaknya guru Loteng lolos sebagai BCKS nantinya. Dengan begitu, ke depan Pemkab Loteng tidak kesulitan lagi mencari calon kepala sekolah karena stoknya sudah tersedia.
“Target kita akhirnya tahun ini proses pelatihan bagi guru-guru untuk menjadi BCKS bisa rampung. Supaya Januari tahun depan sudah bisa dilakukan pengisian jabatan kepala sekolah yang kosong,” imbuhnya.
Ke depan, lanjut Idham, agar proses pengisian posisi kepala sekolah bisa efektif dan efisien, kemungkinan tidak ada lagi acara pelantikan seperti sebelum-sebelumnya. Jadi ketika ada jabatan kepala sekolah yang kosong, segera akan diisi dengan BCKS yang sudah ada. Tanpa harus menunggu berlama-lama.
“Mungkin nanti sekadar pengukuhan (kepala sekolah) di kantor. Tidak perlu lagi ada acara pelantikan-pelantikan segala seperti sebelumnya,” tandas mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)

