Senin, Maret 30, 2026

BerandaNTBLOMBOK UTARAPolres Lombok Utara Disiplinkan Anggota, Tiga Personel Ditindak

Polres Lombok Utara Disiplinkan Anggota, Tiga Personel Ditindak

Tanjung (Suara NTB) – Polres Lombok Utara secara tegas menerapkan kedisiplinan di kalangan internal. Dalam Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) secara mendadak, Sabtu (28/3/2026), tercatat tiga anggota dikenai tindakan.

Operasi yang berlangsung di lapangan apel Mapolres Lombok Utara, menyasar aspek mendasar secara menyeluruh dan ketat. Sejumlah aspek yang kerap dianggap sepele tetapi justru menjadi indikator utama profesionalisme seperti identitas diri, kelengkapan administrasi, hingga sikap tampang, menjadi atensi Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Lombok Utara.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin dalam bentuk apa pun, karena hal tersebut berbanding lurus dengan kepercayaan publik. Oleh karenanya, Operasi Gaktibplin internal merupakan langkah konkret menutup celah pelanggaran dari dalam institusi.

“Disiplin bukan hanya soal aturan, tetapi soal komitmen moral. Ketika anggota abai terhadap hal kecil, maka potensi pelanggaran yang lebih besar terbuka. Ini yang kami tutup sejak awal,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, pola penegakan disiplin seperti ini akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental, dengan pendekatan yang lebih progresif dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Institusi ini harus bersih dari dalam. Tidak ada ruang bagi kelalaian, apalagi pelanggaran. Keteladanan dimulai dari internal, dan itu harga mati,” tegas Agus Purwanta.

Untuk diketahui, Operasi Gaktibplin internal Polres Lombok Utara, dipimpin langsung oleh Kasi Propam, AKP I Made Widhiarta bersama jajaran Provos dan Paminal. Operasi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 sebagai payung hukum penegakan disiplin internal.

Satu per satu personel diperiksa tanpa pengecualian. KTP, SIM, KTA, hingga dokumen kendaraan dinas dan pribadi diverifikasi secara detail. Namun sorotan utama justru pada sikap tampang—sebuah simbol kedisiplinan yang mencerminkan kesiapan anggota di hadapan publik.

Hasilnya, tiga personel kedapatan melanggar standar kerapian rambut. Tanpa penundaan, tindakan disiplin langsung diberikan di lokasi sebagai bentuk respons cepat dan efek jera.

Sebagai bentuk pembinaan, ketiga personel tersebut diberikan teguran keras disertai tindakan fisik berupa push-up di tempat. Langkah ini ditegaskan bukan sekadar hukuman, melainkan mekanisme pembentukan karakter disiplin yang konsisten.

Kami tidak menunggu pelanggaran besar terjadi. Ketidaktertiban kecil adalah pintu masuknya. Penindakan kami lakukan secara humanis, tetapi tetap tegas dan terukur,” demikian AKP Widi. (ari)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO