Praya (Suara NTB) – Polres Lombok Tengah (Loteng) menggelar tes urine mendadak dengan menyasar seluruh personel aktif, pada Senin (30/3) pagi. Total 1.121 personel menjalani pemeriksaan urine yang berlangsung di halaman Mapolres Loteng. Tes digelar usai apel pagi oleh tim Satresnakoba dan Dokkes Polres Loteng.
Hasilnya, sampai sejauh ini belum ada personel Polres Loteng yang terindikasi menggunakan zat adiktif atau menggunakan narkoba. “Tes urine ini sebagai bentuk pengawasan internal serta upaya memperkuat komitmen pencegahan atau mitigasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polres Loteng,” ungkap Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., dalam keterangannya kepada awak media, Senin siang.
Ia mengatakan seluruh anggota diwajibkan mengikuti pemeriksaan tanpa terkecuali sebagai bagian dari langkah tegas dan serius dalam mendeteksi serta mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di internal Polres Loteng. Tes urine juga dilakukan secara mendadak setelah apel pagi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, agar tes benar-benar objektif.
Bahkan Kapolres Loteng bersama para PJU Polres Loteng lainnya menjadi yang pertama menjalani tes urine langsung dihadapan personel Polres Loteng. Itu sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus menunjukkan bahwa pimpinan juga harus memberi teladan bagi anggotanya.“Ini semua bentuk komitmen kami, bahwa Polres Loteng harus bersih dari narkoba,” tegasnya.
Ke depan, tambah AKBP Eko kegiatan serupa diupayakan akan tetap dilaksanaka secara berkala dan incidental. Namun untuk waktu pelaksanaanya tentunya tidak akan diberitahukan. Guna memastikan seluruh anggota bebas dari pengaruh zat terlarang tersebut.
Sekaligus memastikan seluruh personel Polres Loteng dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah ini benar-benar dalam kondisi sehat dan terbebas dari pengaruh narkoba. Karena bagaimanapun personel Polres Loteng harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat di daerah.
“Oleh karena itu, kami tidak akan pernah mentolerir penggunaan narkoba dalam bentuk apapun di lingkungan Polres Loteng. Siapa pun yang terbukti terlibat akan kami proses sesuai aturan, kami ingin membangun institusi yang bersih dan dipercaya masyarakat,” tandasnya. (kir)

