Giri Menang (Suara NTB) – Realisasi Pendapatan Lombok Barat (Lobar) pada triwulan I tahun 2026 ini melampaui target dibanding periode yang sama tahun lalu. Khusus realisasi pajak pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terlampaui 25 persen dibanding tahun sebelumnya. OPD pun terus mengejar potensi pendapatan ini untuk menggenjot PAD tahun ini.
Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dalam Rapat Koordinasi (Rakor), Selasa (30/3/2026) memberikan apresiasi atas kinerja jajaran OPD pada awal tahun ini. Berdasarkan data evaluasi sementara, realisasi pendapatan daerah menunjukkan tren yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun anggaran sebelumnya.
“Ada hal yang cukup menggembirakan bahwa realisasi pendapatan kita, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, progresnya jauh lebih bagus. Ini menandakan kita semua sudah bekerja ‘on the track’, meski masih perlu terus kita giring agar tepat sasaran,” ungkap Bupati LAZ.
Meskipun mencatatkan hasil positif, Bupati tetap memberikan catatan kritis, terutama terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. Ia menyoroti beberapa potensi yang dinilai masih belum maksimal dan meminta kolaborasi erat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyisir potensi yang ada.
Selain itu, Bupati LAZ menekankan beberapa poin strategis untuk triwulan berikutnya yakni efisiensi penggunaan energi dalam hal ini penghematan sumber daya di lingkungan kantor pemerintah, berupa penggunaan listrik. Ia juga menyinggung penanganan masalah sampah yang lebih efektif di lapangan. Untuk itu, ia menyampaikan perlunya update data terbaru untuk menghindari kesalahan teknis dalam bekerja.
Sementara itu, Kepala Bapenda Lobar, Lalu Agha Farabi mengatakan bahwa khusus realisasi PAD Bapenda terjadi kenaikan 25 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama. “Kalau year to year (perbandingan tahun ini dan tahun lalu), khusus pajak di kami itu ada kenaikkan 25 persen,” kata Agha.
Realiasi PAD hingga maret khusus pajak daerah sesuai kewenangan Bapenda hingga bulan Maret sebesar 18,7 persen atau Rp50,7 miliar lebih. Sumber potensi pajak daerah ini terdiri dari PBB, BPHTB, pajak hotel, hiburan, makan minum, tenaga listrik, air Tanah BBN-KB. Peningkatan ini jelas dia, dampak dari berbagai upaya yang dilakukan pihaknya. Dari sisi internal, pihaknya melakukan berbagai inovasi menggali potensi-potensi pajak. Dan mencari cara paling efektif untuk menggali pajak tersebut.
Dari eksternal, dampak investasi yang relatif masih normal dan ekonomi masih baik di Lobar. Hal itu juga berkontribusi terhadap pendapatan. Kendati terjadi gejolak geopolitik global, sejauh ini menurutnya belum berdampak signifikan.
Pihaknya pun terus fokus menggali dan mengejar potensi-potensi pajak, baik yang sudah ada maupun yang belum teridentifikasi. Menindaklanjuti arahan Bupati mengoptimalkan sejumlah pajak seperti pajak parkir, reklame, dan air bawah tanah. Tim nya pun sudah mulai bergerak mengejar semua potensi ini. Dan langkah-langkah yang dilakukan dalam upaya mengejar target PAD ini pun telah sesuai dengan jalurnya atau one the track. (her)

