Kota Bima (Suara NTB) – Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima menghasilkan 7.124 kilogram gabah kering panen (GKP) pada panen raya, Minggu (29/3). Seluruh hasil panen tersebut langsung diserap Perum Badan Logistik (Bulog)
Serapan gabah dilakukan melalui program Serap Gabah Petani (Sergap) yang dipusatkan di Kelompok Tani Lacici, Kelurahan Jatiwangi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, mengatakan kegiatan serapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani saat panen raya.
“Kegiatan Sergap tersebut berlangsung di Kelompok Tani Lacici, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota Kota Bima, dengan total serapan mencapai 7.124 kilogram Gabah Kering Panen (GKP). Pembelian dilakukan dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025,” jelasnya, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, penetapan harga Rp6.500 per kilogram menjadi acuan pembelian saat produksi melimpah, sehingga harga gabah tidak merosot di tingkat petani.
“Langkah ini dilakukan untuk mencegah harga jatuh di bawah HPP yang dapat merugikan petani,” sebutnya.
Menurutnya, program Sergap menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi hasil panen petani.
“Kegiatan Sergap merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga dan memastikan petani mendapatkan perlindungan yang layak,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas harga, serapan gabah juga diarahkan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah. Gabah yang dibeli akan diolah menjadi beras dan disimpan sebagai stok nasional.
Cadangan tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyaluran bantuan pangan, operasi pasar, hingga penanganan kondisi darurat.
Hasyim menambahkan, kepastian pembelian oleh Bulog memberi jaminan pasar bagi petani, sehingga risiko kerugian akibat fluktuasi harga dapat ditekan.
“Dengan adanya kepastian pembelian oleh Bulog dengan harga yang layak, petani tidak lagi khawatir terhadap fluktuasi harga yang merugikan,” katanya.
Pemerintah menargetkan kegiatan serapan gabah terus berlangsung selama masa panen raya sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (hir)

