Giri Menang (Suara NTB) – Stok elpiji di Lombok Barat (Lobar) dipastikan masih aman. Dari hasil Sidak Pemerintah Kabupaten Lobar ke beberapa SPBE, stok elpiji masih tersedia. Masyarakat pun diimbau tidak panik atau panic buying, dampak isu yang beredar soal kelangkaan.
Terutama dengan isu wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) awal bulan depan, harus disikapi dengan tenang. Pihak Pemkab Lobar pun telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi di lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, H. M. Adnan, mengatakan, hasil turun tim melakukan pengecekan di lapangan ketika Lebaran Ketupat, stok elpiji masih aman. Bahkan ada penyaluran tambahan sekitar 9.000 lebih elpiji untuk kebutuhan menyambut Lebaran Ketupat. “Masih aman, terkendali stok Elpiji,” kata Adnan, Selasa (31/3/2026).
Timnya pun terus turun ke lapangan untuk memantau perkembangan pascalebaran ketupat. Sejauh ini belum ada riak-riak atau gejolak terkait elpiji ini, karena didistribusi di lapangan relatif aman. Di samping mengecek ketersediaan stok elpiji, pihaknya juga turun memantau ketersediaan pupuk untuk menghadapi musim tanam ini.
Pihaknya juga mewanti-wanti informasi kenaikan harga BBM dampak gejolak geopolitik global. Di mana beredar isu bahwa harga BBM bersubsidi akan naik setelah tanggal 31 Maret ini. “Harga BBM ini informasinya mau naik, besok saja kita lihat perkembangannya. Tapi otomatis berdampak pada elpiji kalau memang harga BBM naik,” ujarnya.
Dampak lainnya pada harga bahan pokok (Bapok), karena dengan kenaikan harga BBM, ongkos transportasi akan naik. Namun, hasil pantauan harga pasaran, Bapok relatif masih stabil. Bahkan harga diklaim menurun, seperti cabe yang sebelum di atas Rp100 ribu sekarang turun menjadi di bawah Rp100 ribu per kilogram. Kecuali daging, relatif masih tinggi pada angka diatas Rp100 ribu per kilogram.
Untuk mengantisipasi itu, pihaknya pun menyiapkan langkah-langkah seperti operasi pasar murah. Pada moment HUT Lombok Barat ini, pihaknya akan mengadakan operasi pasar di desa. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak Panic Buying, tidak membeli kebutuhan pokok berlebihan. Warga diminta membeli Bapok sesuai kebutuhan agar ketersediaan tetap terjaga.
Pihaknya juga mengantisipasi oknum-oknum yang tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan. Seperti penimbunan dan praktik melanggar aturan yang lainnya. (her)

