Selasa, Maret 31, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMTPS Lawata Dipastikan Ditutup Akhir 2026, Pemkot Mataram Siapkan Taman

TPS Lawata Dipastikan Ditutup Akhir 2026, Pemkot Mataram Siapkan Taman

 

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memastikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Lawata di Jalan Pemuda, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, akan ditutup secara permanen pada akhir 2026. Lahan bekas TPS tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi taman sesuai kesepakatan dengan masyarakat setempat.

Penutupan TPS Lawata dilakukan karena keberadaannya dinilai sudah tidak ideal. Lokasi TPS yang berada di tengah permukiman padat penduduk serta berdekatan dengan fasilitas pendidikan dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat menjadi alasan utama penataan ulang kawasan tersebut.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan saat ini kondisi TPS Lawata sudah bersih dan tidak lagi menumpuk sampah seperti sebelumnya. Hal ini berkat penerapan sistem TPS mobile yang dinilai cukup efektif.

“Alhamdulillah sekarang kondisinya bersih. Sesuai perjanjian dengan masyarakat, TPS ini akan ditutup pada akhir tahun dan akan kita ubah menjadi taman,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Meski demikian, untuk sementara waktu lokasi TPS lama masih dimanfaatkan sebagai titik pengumpulan sementara dengan sistem angkut buang atau TPS mobile.

Dalam mekanisme tersebut, operator sampah menggunakan kendaraan roda tiga tetap mengangkut sampah dari lingkungan masing-masing ke titik TPS. Selanjutnya, sampah langsung dipindahkan ke dump truk yang telah disiapkan DLH untuk diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat.

“Kami sudah menyiapkan dump truk di lokasi. Jadi, saat armada roda tiga datang pada jam-jam tertentu yang telah disepakati, sampah langsung dipindahkan dan diangkut ke TPA,” jelasnya.

Nizar menegaskan, sistem ini akan terus diterapkan guna mencegah penumpukan sampah yang berpotensi melebihi kapasitas, seperti yang sempat terjadi pada Januari 2026 lalu.

Di sisi lain, ia mengakui penerapan sistem TPS mobile berdampak pada peningkatan biaya operasional, khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM). Namun, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Memang ada peningkatan biaya operasional, tetapi kami maksimalkan yang ada saat ini. Ke depan akan kami evaluasi kembali,” pungkasnya.

Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap kawasan eks TPS Lawata dapat menjadi ruang publik yang lebih sehat, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (pan)

 

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO

error: Content is protected !!