Kota Bima (Suara NTB) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Bima tahun ini akan berlangsung lebih semarak dengan hadirnya Festival Rimpu Mantika (FRM) yang masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) 2026, memperkuat skala perayaan dari tingkat daerah menjadi agenda nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Sukarno, SH, menegaskan bahwa pelaksanaan FRM pada April bertepatan dengan momentum HUT Kota Bima. Meski digelar pada waktu yang sama, FRM tetap berdiri sebagai event nasional yang memberi kontribusi terhadap kemeriahan peringatan daerah.
“Kebetulan di bulan yang sama, FRM masuk kalender event nusantara (KEN), dia tetap berdiri sendiri, sehingga kita promosikan bulan april ini FRM menjadi event nasional yg ikut memberi kontribusi bagi meriahnya moment peringatan HUT Kota Bima ke-24,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Masuknya FRM dalam KEN, menurut Sukarno, menunjukkan besarnya dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata, terhadap pengembangan pariwisata Kota Bima. Ia menilai capaian tersebut tidak mudah karena setiap daerah harus melalui proses seleksi ketat.
“Tentu saja dukungan pemerintah pusat khususnya Kemenpar sangat besar, sehingga masuk kalender KEN. Karena tidak semua usulan event bisa diterima masuk dalam agenda KEN adinda,” katanya.
Pelaksanaan FRM tahun ini dipusatkan di Museum Asi Mbojo yang dinilai memiliki nilai representatif serta identitas budaya kuat bagi masyarakat Kota Bima. Lokasi tersebut juga telah mendapat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Bima.
“Cukup representatif, Asi Mbojo meskipun aset Kabupaten, tapi itu adalah ikon budaya di Kota Bima, dan sudah ada rekomendasi dari Pemkab Bima,” jelasnya.
Sejumlah persiapan terus dimatangkan untuk memastikan kelancaran kegiatan. Panitia inti telah meninjau langsung lokasi pelaksanaan sekaligus menyusun tata letak kegiatan secara teknis.
“Kemarin sore (Minggu, 29 Maret 2026) Ketua panitia bersama panitia inti lain on the spot cek lokasi di Museum Asi Mbojo, layout akan dimatangkan, tadi juga kami rapat internal di disparbud dihadiri ketua Panitia FRM Pak Firdaus yang merupaka pimpinan STIE Bima,” ungkapnya.
Untuk memperkuat profesionalisme penyelenggaraan, pelaksanaan FRM tahun ini juga melibatkan pihak luar pemerintah yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan event berskala besar.
“Tahun ini FRM meminta dedikasi pihak luar pemerintahan yang memiliki pengalaman penyelenggaraan event, yakni STIE BIMA, ketua panitianya Pak Firdaus,” sebutnya.
Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh sektor pendukung. Rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan ini dan akan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Bima untuk menyinkronkan persiapan FRM dan HUT Kota Bima.
“Rapat inshaAllah akan dilanjutkan Kamis, Pekan ini dipimpin Bapak Sekda, yang sekaligus akan membahas persiapan Peringatan HUT Kota Bima,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah OPD terlibat sesuai tugas teknis masing-masing. Dinas Lingkungan Hidup mendukung konsep green event, sementara Diskoperindag memfasilitasi lapak UMKM guna menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung. Dukungan juga datang dari Dishub dan Satpol PP untuk pengamanan dan kelancaran lalu lintas, serta Dinkes dan Damkar yang menyiagakan layanan darurat.
“FRM didukung sejumlah OPD terkait seperti DLH karena konsep green event, Diskoperindag terkait fasilitasi lapak-lapak UMKM, Dishub dan Pol PP terkait pengamanan dan kenyamanan kegiatan, Dinkes dan Samkar untuk ambulance dan pemadam yang stand by, Prokopim dan Kominfotik untuk fasilitasi media dan promosi,” paparnya.
Selain OPD, pemerintah kelurahan dan kecamatan turut dilibatkan dalam mobilisasi peserta, sementara Dinas Pendidikan dan Olahraga bertanggung jawab pada keterlibatan pelajar dalam rangkaian kegiatan festival. (hir)

