Rabu, April 1, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMKebakaran Beruntun di Mataram, APAR dan Instalasi Listrik Aman Jadi Kunci

Kebakaran Beruntun di Mataram, APAR dan Instalasi Listrik Aman Jadi Kunci

Mataram (Suara NTB) – Peristiwa kebakaran terjadi dua kali di Kota Mataram dalam sepekan terakhir. Pada Senin (31/3/2026), kebakaran melanda gudang penyimpanan oli di Jalan Koperasi, Kelurahan Ampenan Tengah. Selang sehari, kejadian serupa kembali terjadi di Kafe Nostalgic di Jalan Terusan Bung Hatta, Rabu (1/4/2026).

Dari hasil sementara, kedua insiden tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram berupaya meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM).

Kepala Dinas Damkarmat Kota Mataram, H. Rudy Suryawan, mengatakan pihaknya terus memaksimalkan kesiapan personel dan peralatan, mengingat Kota Mataram merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta memiliki potensi kebakaran yang cukup besar.

“Namanya musibah kita tidak tahu kapan datangnya. Tapi yang jelas kami siap siaga 24 jam untuk merespons dengan cepat setiap laporan yang masuk,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut meliputi kelengkapan armada seperti tangki air, ketersediaan bahan bakar, hingga kesiapan personel agar dapat segera bergerak ke lokasi begitu menerima laporan masyarakat.

Meski demikian, Rudy mengakui masih terdapat kendala pada peralatan tertentu, seperti alat ipol atau mixer pembuat busa untuk pemadaman kebakaran akibat bahan bakar minyak, seperti pada kasus gudang oli di Ampenan.

“Alat tersebut belum berfungsi optimal, sehingga kami menggunakan cara manual dengan deterjen untuk menghasilkan busa,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan rapat evaluasi guna memastikan seluruh peralatan dapat berfungsi maksimal ke depannya.

Selain itu, Damkarmat juga akan menggelar simulasi dan pelatihan dalam waktu dekat untuk meningkatkan kapasitas personel dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan.

“Minggu depan kami akan melaksanakan simulasi yang melibatkan seluruh peleton,” katanya.

Terkait wilayah rawan kebakaran, Rudy menyebutkan kawasan permukiman padat menjadi titik yang paling berisiko, terutama akibat korsleting listrik. Hal ini dipicu oleh kondisi instalasi listrik yang tidak tertata dengan baik.

“Sering kali kabel listrik di rumah saling bertumpuk, penggunaan stop kontak berlebihan, dan tidak sesuai kapasitas. Ini yang kerap menjadi pemicu kebakaran,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, Damkarmat terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan terkait penggunaan listrik yang aman.

Di sisi lain, Rudy juga menegaskan pentingnya kepemilikan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap gedung, perkantoran, maupun tempat usaha. Kewajiban tersebut telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Setiap bangunan wajib memiliki APAR sebagai bagian dari persyaratan izin mendirikan bangunan. Ini penting untuk mitigasi dini,” pungkasnya. (pan)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO