Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) kembali meluluskan 1.803 wisudawan. Prosesi wisuda periode bulan Maret ini bertempat di Gedung Auditorium M. Yusuf Abu Bakar, pada tanggal 1 hingga 2 April 2026 dan berlangsung dengan khidmat. Momen wisuda ini menjadi simbol capaian intelektual, kedewasaan berpikir, serta ketekunan dalam mengikuti proses panjang di perguruan tinggi.
Dalam acara sakral ini, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberhasilan para mahasiswa Unram dalam menyelesaikan studi. “Keberhasilan ini bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari kerja keras, disiplin, dan doa serta dukungan dari berbagai pihak, terutama orang tua dan keluarga,” ujarnya.
Melalui wisuda ini, Rektor Unram juga menegaskan arah komitmennya untuk memajukan kualitas pendidikan. “Kami berkomitmen untuk mengarahkan Unram menjadi kampus berdampak, yaitu kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga aktif dalam menjawab persoalan masyarakat, menggerakkan pembangunan daerah, serta berperan dalam percaturan global,” ujarnya.
Prof. Sukardi berpesan kepada para wisudawan untuk terus belajar karena pendidikan merupakan pertumbuhan, mereka diharapkan mampu berpikir kritis, bertindak bijak, dan berkontribusi nyata. Di tengah perkembangan global, mahasiswa Unram juga dituntut untuk memiliki karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, serta semangat berkolaborasi.
“Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang saudara berikan kepada orang lain. Jadilah lulusan yang tidak hanya mengejar karier, tetapi juga membawa nilai,” tegasnya.
Apresiasi turut diberikan pula kepada seluruh sivitas akademika yang turut berdedikasi dalam mendidik dan membimbing para mahasiswa hingga mencapai ke tahap akhir sebelum memasuki dunia kerja. Menutup pidatonya, Rektor ke-11 Unram memberikan semangat kepada seluruh wisudawan.
“Bermimpilah setinggi langit, berusahalah sekuat tenaga, dan berikanlah manfaat sebesar-besarnya. Kabarilah rumah besarmu ini dengan cerita kiprahmu di luar sana dan sesekali pulanglah untuk mengobati rindu kami atasmu,” pungkasnya. (ron/*)

