Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penyelesaian infrastruktur jalan masih menjadi prioritas pada Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2027. Usulan khusus penanganan infrastruktur tersebut mencapai 465 berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan daerah dan 1.231 usulan melalui program pokok-pokok pikiran DPRD.
“Jika kita kalkulasikan usulan infrastruktur kewilayahan mencapai 73 persen hasil Musrenbang dari tingkat desa. Sementara melalui Pokir sebanyak 43 persen dengan total anggaran sekitar Rp12, 8 miliar,” kata Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, kepada Suara NTB, Rabu, 1 April 2026.
Deddy melanjutkan, persolaan infrastruktur kewilayahan memang masih menjadi fokus pemerintah untuk dituntaskan. Pemerintah juga menargetkan untuk jalan mantap di angka 67 persen di tahun 2027 dengan kondisi eksisting saat ini diangka 50 persen.
“Infrastruktur kewilayahan memang menjadi prioritas untuk kita selesaikan. Apalagi banyak juga usulan yang masuk dari masyarakat dari sektor tersebut sehingga menjadi atensi,” ucapnya.
Ia menyebutkan, total panjang ruas jalan di Sumbawa mencapai 951,57 kilometer dan ditargetkan per tahun anggaran penanganan ruas jalan minimal 1-2 persen. Sehingga selama periode pemerintahan Jarot- Ansori ditargetkan sebesar 80 persen pada tahun 2030.
“Kami juga terus berupaya untuk mengejar target jalan mantap 80 persen tahun 2030 meskipun ditengah kondisi anggaran pemerintah yang terbatas,” ujarnya.
Pemerintah pun terus menjajaki kerjasama dengan sejumlah pihak untuk membantu mengejar target jalan mantap yang ditetapkan sebelumnya. Selain itu, pihaknya juga tengah mencari peluang untuk mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat dengan harapan bisa dibantu.
“Alhamdulillah tahun ini kita bisa mendapatkan anggaran dari Inpres Jalan Daerah (IJD) yakni ruas jalan Betudulang-Tepal sepanjang 8,7 kilometer. Tentu upaya lobi lebih lanjut ke pusat juga akan terus kita lakukan,” ujarnya.
Kendati anggaran yang dimiliki saat ini sangat terbatas, tetapi pihaknya tetap berusaha untuk mengejar target pemerintahan Jarot-Ansori khusus di infrastruktur jalan sebesar 80 persen jalan mantap. Pihaknya sudah menyiapkan skema khusus dalam pelaksanaan program prioritas tersebut dengan catatan anggarannya tersedia.
“Kami akan tetap berusaha untuk mengejar target Jalan mantap di angka 80 persen karena hal tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat Sumbawa, ” tukasnya. (ils)

