Tanjung (Suara NTB) – Banjir bandang bersumber dari luapan Sungai Dusun Kerujuk sebagai akibat jebolnya tanggul sepanjang kurang lebih 2.000 meter, menerjang ratusan Kepala Keluarga (KK) di sejumlah dusun di 2 desa, yakni Desa Menggala dan Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Peristiwa pada Minggu (5/4/2026) sore itu, mengakibatkan 3 rumah hanyut, puluhan rumah dan kendaraan terendam, serta ikan air tawar pada kolam-kolam warga terbawa arus air.
Kepala Pelaksana BPBD KLU H. M. Zaldy Rahadian, ST., MT., Senin (6/4/2026) mengungkapkan banjir bandang akibat luapasan sungai melanda beberapa dusun, yaitu Dusun Kerujuk, Dusun Kerujuk Barat, Menggala Barat dan Menggala Timur di Desa Menggala.
Selain itu, luapan air juga terjadi di Desa Pemenang Barat. Jebolnya tanggul sepadan sungai kurang lebih 100 meter di wilayah setempat, membuat warga di beberapa dusun seperti Dusun Montongbae, Dusun Kombol Madani, Dusun Telagawareng, Dusun Balai Dana, Dusun Sumur Mual, di Desa Pemenang Barat, terendam.
“Banjir bandang terjadi karena curah hujan tinggi mengguyur wilayah Desa Menggala mulai dari pukul 12.30-14.30 Wita. Sehingga dengan curah hujan yang tinggi membuat air sungai meluap dan membawa beberapa material seperti pasir, lumpur dan sampah yang menyebabkan terjadinya banjir bandang,” ungkap Zaldy.
Akibat peristiwa itu, 3 rumah warga yang dihuni 3 KK (13 jiwa) hanyut berikut isi rumah tersebut. Sementara, rumah warga yang dihuni sekitar 53 KK (164 jiwa) terendam. Begitu pun dengan areal pertanian sekitar, ikan peliharaan pada 9 kolam warga hanyut terbawa arus sungai.
Sedangkan di Desa Pemenang Barat, luapan Sungai Dusun Kerujuk yang menimpa sejumlah dusun mengakibatkan sekitar 40 rumah (125 jiwa) warga terdampak. Kendati tidak ada korban jiwa, namun warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari luapan sempadan sungai.
Zaldy menyampaikan, BPBD menindaklanjuti kejadian tersebut. Koordinasi, langkah penanganan hingga penanggulangan tanggap darurat dilakukan melibatkan Pusdalop, Satgas TRC, Pemdes, Kecamatan maupun bantuan TNI dan Polri. Inventarisasi kebutuhan mendesak warga antara lain, pakaian, selimut, tikar, makanan siap saji, perlengkapan dapur, air bersih dan karung pasir.
“BPBD langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen (penilaian kerugian) dan penanganan kejadian. Suplai bantuan logistik juga dikerahkan sejak Minggu malam,” ujarnya.
Hingga Senin pagi, Tim BPBD yang bertugas di lokasi kejadian melaporkan bahwa air yang menggenang sudah surut. Namun, material banjir seperti lumpur, pasir, dan kayu masih memenuhi rumah warga. Penanganan material ini akan dilakukan bersama dengan masyarakat dan dukungan berbagai instansi terkait lainnya.
Zaldy menambahkan, bahwa saat ini sebagian wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian lainnya masih dalam periode peralihan musim. Potensi hujan masih cukup signifikan pada 10 hari mendatang. Sehingga, masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan saluran air dan debit di wilayah aliran air. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan ekstrim dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Sementara, Kepala Desa Pemenang Barat, Asma’at, menyampaikan permohonan mendesak kepada BPBD KLU. Melalui suratnya, Asma’at menyampaikan laporan sekaligus permohonan bantuan terkait kerusakan yang ditimbulkan oleh musibah banjir bandang tersebut serta bantuan untuk warga.
“Berdasarkan pendataan sementara , dampak musibah tersebut mengakibatkan kerusakan di beberapa wilayah dusun yaitu di Dusun Montong Bae, Dusun Kombol Madani, Dusun Bale Dana, Dusun Telagawareng dan Dusun Sumur Mual dengan jumlah warga yang terdampak sekitar 46 KK,” ujar Asma’at. (ari)

