Tanjung (Suara NTB) – Pemda Lombok Utara mendukung langkah Human Initiative untuk menyebarkan hewan kurban tahun 2026 secara merata. Peluncuran program bertema “Luaskan Dampak Kurban, Wujudkan Pemerataan Kebaikan” merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memperluas distribusi hewan kurban hingga ke daerah pelosok.
Wabup Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, saat mendampingi peluncuran Sebar Kurban di Dusun Telaga Banyak, Desa Anyar, Kecamatan Bayan menyampaikan mengapresiasi atas kembali hadirnya Human Initiative dalam program sosial pembagian hewan kurban. Ia menilai, Human Initiative sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu menanggulangi persoalan sosial dan ekonomi di masyarakat.
“Program seperti ini sangat membantu upaya pengentasan kemiskinan di Lombok Utara yang hingga kini masih menjadi tantangan,” ungkapnya.
Wabup berharap kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak dapat terus terjalin guna mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas pemerataan hewan kurban serta memberikan dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Lombok Utara.
Ia menilai program ini tidak hanya membantu pemenuhan logistik saat hari besar keagamaan,tetapi juga mendorong stabilitas harga ternak di tingkat petani. Dengan penyerapan ternak yang optimal, petani dinilai lebih bergairah dalam menjalankan pekerjaannya.
Sementara, Vice President Human Initiative, Romi Ardiansyah menyampaikan bahwa Program Sebar Kurban telah berjalan sejak 2003 dengan fokus pemerataan distribusi ternak dan daging kurban. Pihaknya juga berkeinginan, agar hewan kurban tidak menumpuk di kota tetapi menjangkau masyarakat di daerah-daerah pelosok yang sangat membutuhkan, sekaligus memberdayakan peternak lokal setempat.
“Human Initiative juga terus mengembangkan digitalisasi untuk memperluas jangkauan donatur, baik dari dalam maupun luar negeri,” ucapnya.
Romi menegaskan gerakan Sebar Kurban ini bukan hal baru. Pihaknya secara konsisten terlihat mengintervensi persoalan sosial melalui dukungan donasi baik dari lembaga maupun individu. Pihaknya konsisten mendorong pemerataan distribusi qurban. Namun, tantangan terbesar masih sama yakni ketimpangan distribusi.
Pihaknya tidak berhenti pada pembagian daging. Ada upaya sistematis untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan peternak untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Menjelang Iduladha, persiapan program kurban dimulai lebih awal agar manfaatnya menjangkau lebih banyak orang dan tepat sasaran. Tahun ini, Lombok menjadi lokasi pelaksanaan launching Program Sebar Kurban yang akan berlangsung pada 1 April 2026. Kegiatan ini menandai awal rangkaian program hingga hari raya.
Selama ini, distribusi kurban kerap terkonsentrasi di wilayah tertentu. Di sisi lain, beberapa daerah masih belum mendapatkan akses yang sama terhadap daging. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemerataan manfaat masih perlu terus diupayakan. (ari)

