Senin, April 6, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMDLH Mataram Terkendala Armada, Sampah Menumpuk Capai 10 Ribu Ton di TPS...

DLH Mataram Terkendala Armada, Sampah Menumpuk Capai 10 Ribu Ton di TPS Sandubaya

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya telah menumpuk hingga lebih dari 10 ribu ton. Kondisi tersebut menyebabkan bau menyengat yang tercium hingga ke badan jalan dan permukiman warga sekitar. Sementara itu, TPS Bintaro juga sempat mengalami kondisi serupa, meski kini mulai berangsur tertangani.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengakui pihaknya masih kewalahan dalam mengangkut sampah dari TPS menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat. Keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan penanganan.

“Sejak TPA Kebon Kongok kembali normal, kami fokus membersihkan TPS Bintaro terlebih dahulu. Saat ini, sisa sampah di sana tinggal sekitar seperempat. Setelah itu rampung, kami akan beralih menangani TPS Sandubaya,” ujarnya, pekan lalu.

Menurut Nizar, lambatnya proses pengangkutan sampah disebabkan jumlah armada yang belum mencukupi. Dari total 34 unit dump truk yang dimiliki, delapan unit masih dalam perbaikan, sehingga hanya 26 unit yang dapat dioperasikan.

“Idealnya kami membutuhkan sekitar 50 unit armada untuk menangani volume sampah secara optimal,” jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihaknya juga tengah mengupayakan tambahan armada melalui dukungan berbagai pihak. Salah satunya dengan mengajukan bantuan kendaraan operasional kepada Bank NTB Syariah.

Di sisi lain, Nizar menyebutkan penumpukan sampah di TPS Sandubaya saat ini mencapai sekitar 10 ribu ton. Ia memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap setelah proses normalisasi di TPS Bintaro selesai.

Meski terjadi penumpukan, DLH memastikan layanan pembuangan sampah bagi masyarakat tetap berjalan. Sistem TPS mobile atau angkut buang diterapkan agar sampah tidak kembali menumpuk di lokasi.

Dalam skema tersebut, sampah yang diangkut menggunakan kendaraan roda tiga dari lingkungan langsung dipindahkan ke dump truk untuk selanjutnya dibawa ke TPA Kebon Kongok. Dengan cara ini, tidak ada lagi penumpukan baru di dalam area TPS.

“Sekarang roda tiga tidak lagi membuang ke dalam TPS, tetapi langsung dipindahkan ke dump truk. Ini untuk mencegah penumpukan kembali,” tegasnya.

Selain di TPS Sandubaya, sistem TPS mobile juga diterapkan di TPS Lawata. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengingat lokasi TPS berada di dekat permukiman padat, pusat aktivitas ekonomi, serta fasilitas pendidikan.

Melalui berbagai upaya tersebut, DLH Kota Mataram berharap persoalan penumpukan sampah dapat segera teratasi, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO