Mataram (Suara NTB) – Gelaran “Epic Lombok Coffee Week” sukses terselenggara mulai dari Kamis-Minggu, 2-5 April 2026 di Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi event pasar kopi terbesar di NTB dan sukses digelar di Lombok Epicentrum Mall.
General Manager (GM) LEM, Salim Abdad, turut mengapresiasi atas terselenggaranya gelaran Epic Lombok Coffee Week ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pemilik toko kopi, tetapi juga menjadi ruang bertukar ilmu dan pengalaman antar sesama pecinta kopi.
“Lombok Epicentrum Mall sangat mengapresiasi kegiatan ini dan tentunya kegiatan ini menjadi oase baru bagi para pecinta kopi di NTB,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat terus terselenggara dan menjangkau masyarakat lebih luas lagi. “Harapannya, kegiatan ini bisa terus terlaksana dan dapat mengundang para pecinta kopi di NTB,” pungkasnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas pecinta kopi di NTB, bersama LEM, Toffin, dan Krida ini tidak hanya menjadi event seremonial belaka, melainkan menjadi wadah berkumpulnya para pemilik toko kopi, hingga pecinta kopi di seluruh NTB.
“Jadi event ini tujuannya adalah mengumpulkan teman-teman owner coffee shop sama owner roastery untuk membuat event di Epicentrum, sekalian jadi tempat silaturahmi sebenarnya. Jadi kalau bisa tiap tahun diagendakan kayak gini, jadi kita kalau bisa bikin seolah-olah jadi lebarannya teman-teman kopi,” ujar Partner Event LEM, Bagus Trisna Aditya Minggu, 5 April 2026.
Kegiatan serupa pernah terselenggara di Jakarta, Bandung, dan wilayah Jawa. Dengan demikian, event “Epic Lombok Coffee Week” menjadi oase tersendiri bagi komunitas pecinta kopi. Sebab event ini menjadi yang pertama digelar di NTB, bahkan di wilayah Bali-Nusra.
Bagus menuturkan, geliat masyarakat NTB terhadap kopi yang kian meningkat menjadi salah satu alasan kegiatan ini kemudian digelar. Geliat tersebut bisa dilihat dari menjamurnya toko kopi di wilayah Bumi Gora beberapa tahun terakhir.
Kegiatan ini tidak saja menjadi wadah memasarkan produk masing-masing, tetapi juga menjadi ruang edukasi serta berbagi satu sama lain. Tidak hanya pemilik toko kopi, petani kopi juga dilibatkan pada gelaran kopi ini.
“Kita pengen upgrade juga teman-teman ini dari segi gimana cara dia memasarkan produk kopinya, sekaligus edukasi teman-teman coffee shop ini dari hulu ke hilir. Kalau bisa ngerti juga tentang apa yang dia jual,” tuturnya.
Kegiatan yang diselenggarakan selama empat hari ini berlangsung lancar dan kondusif. Hari pertama dan kedua berfokus dengan sesi kompetisi antar bartender masing-masing tenan. Adapun kompetisi yang digelar diantaranya Latte Art Competition dan Signature Beverage Competition. Kedua kompetisi tersebut diorganisir oleh Toffin.
Pada hari ketiga, berlangsung “Roast Talk” dan “Cupping Fun”. Fokus utama kegiatan ini adalah berbagi ilmu dan pengalaman serta sebagai sesi mencoba berbagai biji kopi yang ada. Hari keempat atau terakhir yakni “Matcha Talk” dan “Epic Lari Skena”.
Ada sekitar 24 tenan dari berbagai toko kopi ternama di Lombok hadir pada gelaran Epic Lombok Coffee Week ini. Keterlibatan mereka diharapkan menjadi momen untuk berbagi ilmu dan pengalaman satu sama lain.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi event tahunan bagi para pemilik toko kopi, pecinta kopi, dan petani kopi itu sendiri dengan jangkauan lebih luas lagi.
Sementara itu, Ibnu Sofyan, Owner Acibara salah satu tenan yang turut serta dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi atas terselenggaranya “Epic Lombok Coffee Week”.
“Yang pasti sangat senang dan itu yang kita nanti-nanti. Awalnya emang kita pesimis bakal ada event seperti ini di Lombok, takutnya banyak gap dari coffee shop-coffee shop lain. Tapi ternyata, kita buktiin hari pertama pun sudah ramai banget, teman-teman coffee shop dan tenan kompak semua yang ikut dengan branding-branding terbaik,” tuturnya.
Ia berharap, kegiatan ini tidak saja menjadi event kompetitif, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan baik antar sesama pecinta kopi.
“Mungkin karena ini event pertama yang kita harapkan dari teman-teman kopi di Lombok itu komunitasnya makin erat. Kita bisa jangkau juga komunitas kopi yang di Sumbawa, yang di Bima, jadi koordinasinya pun enak, durasinya enak,” harapnya. (sib)

