Senin, April 6, 2026

BerandaHEADLINEHadapi Isu Nasional dan Global, ‎Polres Loteng Tingkatkan Kesiapsiagaan

Hadapi Isu Nasional dan Global, ‎Polres Loteng Tingkatkan Kesiapsiagaan


Praya (Suara NTB) – Polres Lombok Tengah (Loteng) mulai meningkatkan kesiapsiagaan menyusul meningkatkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerah ini. Dampak dari perkembangan situasi global yang ditandai dengan konflik geopolitik serta ketidakpastian ekonomi dunia yang turut mempengartuhi stabilitas sosial dan ekonomi di dalam negeri.


Seluruh personel Polres Loteng pun diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini serta respons cepat terhadap setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat.


Saat memimpin Apel Kontingensi Aman Nusa I Rinjani 2026 di Lapangan Apel Mapolres Loteng, Senin (6/4/2026), Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., mengatakan, arus informasi yang bergerak sangat cepat melalui media digital saat ini turut memengaruhi persepsi dan pola pikir masyarakat dan memberi dampak langsung pada situasi kamtibmas di daerah ini.


‎’’Kondisi tersebut harus diantisipasi dan dikelola dengan baik. Agar tidak sampai memunculkan gangguan keamanan. Sehingga seluruh personel Polres Loteng dituntut untuk lebih peka dan responsif dalam membaca situasi,” ujarnya.


Dikatakannya, banyak isu-isu sensitive yang berkembang di tengah masyarakat yang kemudian menjadi perhatian publik, seperti, polemik kebijakan pemerintah, isu kenaikan BBM hingga berbagai persoalan nasional lainnya. Belum lagi bisa pergeseran isu dari tingkat nasional menuju isu lokal yang lebih spesifik dan emosional.


‘’Semua itu berpotensi memicu gangguan kamtibmas apabila tidak diantisipasi dan dikelola dengan baik. Terlebih ke depan ancaman ganguan kamtibmas tidak lagi semata berkaitan dengan tindak kriminalitas saja. Tetapi juga menyangkut pengelolaan opini publik serta respons terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat,” tegas AKBP Eko.


‎Guna menghadapi tantangan tersebut, ia pun meminta kepada seluruh personel Polres Loteng supaya terus menjaga soliditas internal tanpa adanya ego sektoral. Bergerak dalam satu narasi, satu komando dan satu tujuan.


‎‎Pendekatan dialogis dalam menghadapi persoalan di tengah masyarakat juga harus dikedepankan. Terutama dalam menghadapi unjuk rasa maupun demontrasi atau situasi lainnya. Buka ruang komunikasi dan silaturahmi seluas-luasnya dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, akademisi serta tokoh pemuda yang ada.


Dengan cara itu, potensi konflik sosial bisa diminimalisir sejak dini. “Keberhasilan tugas kepolisian tidak selalu diukur dari kondusif atau tidaknya situasi. Tetapi juga dari bagaimana masyarakat menilai dan merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang humanis,” tandasnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO