Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, mengusulkan sebanyak lima desa di wilayah pesisir sebagai kampung nelayan merah putih tahap III ke Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) untuk diintervensi di tahun 2026.
“Lima desa tersebut proposalnya sudah masuk semua ke kementerian dan tim survey sudah turun ke lokasi untuk melakukan penilaian lebih lanjut,” kata Kadislutkan Rahmat Hidayat, kepada Suara NTB, kemarin.
Ia melanjutkan, desa-desa tersebut yakni dua lokasi di Teluk Santong di Kecamatan Plampang, Labuhan Kuris di Kecamatan Lape, Desa Gapit Kecamatan Empang dan Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano. Pihaknya juga sudah turun bersama tim KKP untuk melakukan survei lebih lanjut.
“Alhamdulillah ditahap pertama kita dapat di Pulau Bungin. Tahap kedua di Labuhan Sangoro dan kami berharap di tahap ketiga 5 desa yang kita usulkan bisa disetujui dan dibangun tahun ini juga,” ujarnya.
Ia berharap perencanaan Program KNMP dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran dengan adanya desa penyangga,sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan kemandirian pangan bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir.
“Tujuan akhir dari program tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa sekaligus penataan kawasannya,agar tidak terkesan kumuh,” ucapnya.
Sejumlah fasilitas penunjang KNMP juga akan dibangun, termasuk sarana dan alat penangkapan ikan. KNMP nantinya akan dikelola oleh koperasi yang sudah terbentuk di masing-masing desa sebagai upaya menumbuhkan ekonomi baru.
“Fasilitas yang sudah dibangun pemerintah kami berharap nantinya bisa dijaga dan dirawat, sehingga asas manfaat bisa dirasakan dalam rentan waktu yang lama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” tukasnya. (ils)

