Mataram (Suara NTB) — Sejumlah pedagang di Kota Mataram mulai mengeluhkan kenaikan harga kantong plastik yang terjadi dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga yang dinilai cukup signifikan ini tidak berdampak langsung pada harga jual barang, namun menambah beban pengeluaran pedagang.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Karang Jasi, Dhani, mengatakan kenaikan harga kantong plastik sangat memengaruhi biaya operasional usahanya. Pasalnya, kantong plastik merupakan kebutuhan utama untuk mengemas dagangan.
“Dari segi pengeluaran sangat berdampak, karena semua ukuran plastik mengalami kenaikan,” ujarnya, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, harga kantong plastik putih ukuran tanggung yang sebelumnya Rp17 ribu kini naik menjadi Rp22 ribu per pak. Sementara plastik ukuran tanggung lainnya naik dari Rp17 ribu menjadi Rp23 ribu. Untuk ukuran jumbo, harga juga melonjak dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus.
Menurut Dhani, kenaikan tersebut tergolong tidak wajar karena terjadi secara tiba-tiba dengan selisih yang cukup besar.
“Kalau naik Rp1.000 atau Rp2.000 masih bisa dimaklumi. Ini sampai Rp4.000 hingga Rp5.000, cukup terasa,” katanya.
Ia mengaku pertama kali menyadari kenaikan tersebut saat berbelanja di pemasok langganannya. Bahkan, kondisi ini juga menjadi perbincangan di kalangan pedagang lain di pasar.
Meski demikian, Dhani menegaskan kenaikan harga kantong plastik belum berdampak pada harga jual ayam potong. Ia tetap mempertahankan harga agar tidak memberatkan pembeli.
“Tidak berpengaruh ke harga jual. Hanya saja, beban ada di kami. Pembeli beli sedikit pun tetap kami beri kantong, bahkan sering double karena sudah kebiasaan,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Nila, pedagang sayur di pasar yang sama. Ia menyebutkan kantong plastik menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
“Pembeli rata-rata minta dikantongi, baik sedikit maupun banyak. Ada yang bawa kantong sendiri, tapi jarang,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga plastik secara langsung menambah biaya operasional, meskipun tidak diikuti dengan kenaikan harga jual sayuran.
Para pedagang berharap harga kantong plastik dapat kembali stabil agar tidak terus membebani pengeluaran mereka.
Sementara itu, Anton, pedagang kantong plastik dan kemasan, mengungkapkan kenaikan harga terjadi sejak menjelang Idulfitri dan masih berlanjut hingga saat ini. Ia menyebutkan hampir semua jenis kemasan mengalami kenaikan harga.
“Naiknya sudah sejak mendekati Lebaran dan sampai sekarang masih tinggi. Hampir semua jenis plastik dan kemasan seperti styrofoam juga ikut naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, para pembeli kerap mengeluhkan kenaikan tersebut. Namun, karena plastik menjadi kebutuhan utama dalam berdagang, mereka tetap membelinya.
“Pasti mengeluh, tapi mau tidak mau tetap beli karena itu kebutuhan untuk jualan,” pungkasnya. (pan)

