Selasa, April 7, 2026

BerandaNTBSUMBAWA BARATMinyak Goreng Langka di KSB

Minyak Goreng Langka di KSB

Taliwang (Suara NTB) – Masyarakat di Kabupaten Sumbawa mengeluh terjadinya kelangkaan minyak goreng. Kondisi ini terjadi sejak sepekan terakhir. Kalaupun tersedia di toko atau mini market, masyarakat harus membayar lebih mahal.

Kondisi ini kemudian memicu kegelisahan warga dan para pedagang terutama penjual gorengan. Mereka mengaku kelangkaan ini terasa aneh, karena di daerah lain kelangkaan minyak goreng tidak terjadi seperti misalnya di Kabupaten Sumbawa. “Kalau tanya-tanya saudara di Sumbawa katanya minyak goreng ada dan harganya normal saja,” ungkap Siti, warga Kelurahan Arab Kenangan, Senin, 6 April 2026.

Salah seorang pedagang gorengan, Ira mengaku hal yang sama. Ia yang biasanya mengandalkan MinyaKita untuk berdagang, sudah tidak bisa mendapatkan dalam sepekan terakhir. “Kalau pun dapat harganya mahal dan terbatas,” ungkapnya.

Pantauan Suara NTB, stok minyak goreng di sejumlah ritel modern kosong. Menurut pegawai salah salah satu toko ritel, pada pengiriman terakhir stok barang dari gudang untuk minyak goreng jumlahnya agak berkurang dari pengiriman sebelumnya. “Terakhir barang datang tanggal 3 April. Di situ untuk minyak memang sedikit dan langsung habis di hari itu juga diserbu warga,” kata pegawai toko yang enggan disebut idetitasnya.

Ia mengaku tidak ada informasi terkait kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut. Seluruh barang yang kosong dan dibutuhkan masyarakat selalu dipesan. “Hari ini kita sedang menunggu kiriman, mungkin sore atau malam nanti datang. Kami juga pesan minyak goreng karena sudah habis, tapi tidak tahu berapa yang akan dikirimkan ke kami,” katanya.

Di beberapa toko dan kios pun demikian. Pedagang mengaku kesulitan mengadakan stok pasca libur lebaran. Sebabnya, distributor yang biasa memasok tidak ada yang melakukan pengiriman. “Kami ngambilnya dari Sumbawa. Dan sampai hari ini belum ada yang datang lagi,” sebut Hamid, salah seorang pemilik kios di Kelurahan Arab Kenangan.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman yang dikonfirmasi mengenai kelangkaan minyak goreng tersebut membenarkan. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dan langsung menindaklanjutinya. “Kami sudah turun memantau. Dan memang untuk minyak goreng stoknya habis,” sebutnya.

Penyebab utama langkanya minyak goreng itu, dikarenakan proses suplai yang terhenti. Sejauh ini, sejumlah pihak yang memasok minyak goreng ke wilayah KSB tidak melakukan pengiriman. “Hampir semua pegadang di KSB ini ngambil barangnya dari Sumbawa. Pemasok dari Sumbawa ini tidak ada yang mengirim,” cetusnya seraya mengaku pihaknya masih menelusuri alasan para pemasok.

“Kami sedang mencari tahu alasannya,” ujarnya.

Kelangkaan minyak goreng ini terjadi pada minyak goreng kemasan. Sementara, minyak goreng curah masih mudah diperoleh warga di pasar tradisional. Namun demikian, pihaknya akan mengupayakan mengembalikan ketersediaan minyak kemasan tersebut, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkannya dan tentunya dengan harga sesuai standar. “Hari ini ada pengiriman sekitar dua ratusan dus MinyaKita ke KSB. Mudah-mudahan itu bisa stabil lagi dan toko-toko modern juga bisa menyediakan stok minyak kemasan jenis premium yang memang cukup diminati warga kita juga,” imbuhnya.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO