Selasa, April 7, 2026

BerandaNTBDOMPUSikapi Penyerapan Gabah Petani, Bupati Dompu Panggil Bulog

Sikapi Penyerapan Gabah Petani, Bupati Dompu Panggil Bulog

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., memanggil Bulog Cabang Bima dan perangkat daerah terkait, untuk membahas penyerapan gabah petani di puncak masa panen raya gabah dan jagung. Langkah itu diambil pasca muncul gejolak ketiadaan pengusaha menyerap gabah petani di sekitar area Kandai Dua Kecamatan Woja dan berujung aksi blokade jalan.

Pinwil Bulog NTB, Mara Kamin Siregar hadir bersama pimpinan Cabang Bulog Divre Bima, Alfan dan mitra bisnisnya di Kabupaten Dompu. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Dompu, Senin (6/4), juga dihadiri perwakilan Dandim 1614/Dompu, perwakilan Kapolres Dompu, Pj. Sekda Dompu dan pejabat teknis lainnya.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus mempersoalkan belum maksimalnya penyerapan hasil panen oleh Bulog bersama mitranya. Akibatnya, petani padi semakin khawatir dengan usia padi dan kondisi cuaca saat panen yang mungkin ditunda lagi.

Pinwil Bulog NTB, Mara Kamin Siregar yang hadir langsung dalam pertemuan itu langsung meminta kepada para pengusaha mitra bisnisnya, untuk menyerap gabah petani secara maksimal dan tetap melakukan koordinasi dengan penyuluh serta TNI untuk gabah dan kepolisian untuk jagung dalam menjaga keseimbangan di lapangan.

“Kita akan maksimalkan personel yang ada untuk memudahkan penyerapan gabah petani. Kita juga akan tambah kuota penyerapan gabah setara beras untuk Wilayah Divisi Regional Bima,” tambah Mara Kamin Siregar.

Penambahan kuota ini mendapat apresiasi dari Bupati. Ia pun berjanji akan ikut mendukung, dengan menyurati Bulog dan pemerintah pusat. Namun, Bulog juga didorong untuk menambah mitra baru dan memperluas jangkauan serta kapasitas penyerapan gabah maupun jagung petani.
Untuk mempercepat pergeseran gabah dari lahan ke gudang, Bulog juga menyiapkan kompensasi biaya angkut sebesar Rp200 per kilogram. Selain itu,juga akan mengoptimalkan gudang dan lumbung pangan masyarakat sebagai tempat penampungan gabah.

Sementara untuk jagung, Bulog akan menyerap jagung petani 19.600 ton. Jagung yang diserap dengan harga Rp6.400 per kilogram merupakan jagung kering dengan kadar air maksimal 14 persen, aflatoksin maksimal 50ppb dan menggunakan kemasan baru 70 kilogram. Jagung ini bisa langsung disimpan tanpa diproses lebih lanjut.

Silo CDC Bulog yang ada di Kampasimeci Kecamatan Manggelewa juga siap menyerap. Hanya saja kata dia, untuk diproses di Silo CDC memiliki keterbatasan kapasitas pengeringan dan penampungan. (ula)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO