Selasa, April 7, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMUsulkan Tiga Program Prioritas

Usulkan Tiga Program Prioritas

Pemerintah Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Ampenan, menetapkan tiga usulan prioritas dalam program Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) tahun 2026. Ketiga program tersebut meliputi pembangunan saluran drainase, revitalisasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

Lurah Pagutan Timur, Suprianto, mengatakan usulan tersebut akan direalisasikan pada tahun 2027 mendatang. Program yang diajukan merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui musyawarah berjenjang, mulai dari tingkat lingkungan hingga kelurahan, sehingga dinilai sesuai dengan kebutuhan riil warga.

Menurutnya, dari sektor infrastruktur, pembangunan dan perbaikan saluran drainase menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, sejumlah lingkungan kerap mengalami genangan air saat musim hujan akibat kapasitas saluran yang tidak lagi memadai serta tingginya sedimentasi.

Selain itu, revitalisasi rumah tidak layak huni juga menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak bagi warga.

Sementara itu, pada sektor pengelolaan sampah, Suprianto menilai terdapat potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola secara optimal. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah memiliki nilai ekonomis. Pertama bisa diolah menjadi pupuk organik cair maupun padat, kedua menjadi maggot, dan ketiga dapat dimanfaatkan menjadi biogas,” ujarnya, Senin (6/4).

Ia menambahkan, program pengelolaan sampah tersebut akan menjadi salah satu prioritas utama dan direncanakan difokuskan di Lingkungan Karang Buaya sebagai lokasi percontohan. Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas ke lingkungan lainnya.

Di sisi lain, untuk mengatasi persoalan banjir, pihaknya juga mendorong normalisasi saluran serta peninggian talud di sejumlah titik rawan, khususnya di Lingkungan Karang Buaya. Upaya ini dilakukan untuk mencegah luapan air ke jalan maupun permukiman warga saat curah hujan tinggi.

Sebelumnya, pemerintah kelurahan bersama kecamatan dan masyarakat telah melakukan gotong royong membersihkan sedimen saluran di kali terusan antara Kelurahan Dasan Cermen dan Pagutan Timur, tepatnya di Jalan Mas Panji Anom II. Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya dengan dukungan teknis dari Dinas PUPR.

“Kegiatan ini kami lakukan bersama masyarakat sebagai langkah awal penanganan. Namun, untuk penanganan permanen tetap membutuhkan dukungan program pemerintah,” jelasnya.

Melalui program MPBM, pihaknya berharap pembangunan talud serta penanganan sedimentasi dapat terealisasi pada 2027, sehingga mampu mengurangi risiko banjir dan genangan di wilayah Pagutan Timur.

“Sedimen di saluran sudah cukup tinggi, hampir satu jengkal mendekati permukaan.” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO