Mataram (Suara NTB) – Bongkar pasang trotoar di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang dikritik oleh dewan. Perbaikan fasilitas umum itu dinilai perlu mempertimbangkan kebijakan efisiensi anggaran. Pasalnya, trotoar baru dua tahun diperbaiki.
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman mengatakan, trotoar yang dibongkar di depan eks Bandara Selaparang, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang,baru berusia tiga tahun. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, justru membongkar tanpa ada penjelasan secara teknis.
Semestinya, perbaikan akses bagi pejalan kaki itu tidak secara menyeluruh, melainkan beberapa bagian yang rusak saja. “Kalau misalnya yang rusak 10 pavin blok. Berarti itu saja yang diperbaiki bukan 100 pavin blok,” kritik Rachman ditemui pada, Rabu (8/4/2026).
Politisi Partai Gerindra Kota Mataram,menduga bahwa perbaikan trotoar seolah-olah menjadi program strategis setiap tahun. Padahal kata dia, masih banyak program yang bisa dikerjakan selain bongkar trotoar.
Di satu sisi lanjutnya, pemerintah sedang menggalakan efisiensi anggaran. Akan tetapi, program yang dikerjakan oleh Pemkot Mataram tidak sejalan dengan amanat pemerintah pusat. “Katanya mau efisiensi. Kalau itu saja yang diperbaiki dimana letak efisiensinya,” tegasnya.
Rachman sepakat dengan tujuan eksekutif mempercantik infrastruktur Kota Mataram sebagai epicentrum dari kegiatan pemerintahan. Namun demikian, perbaikan kualitas infrastruktur harus terfokus pada hal-hal yang diperlukan masyarakat. “Tidak masalah mempercantik kota ini, tetapi sesuai yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Wediahning mengklarifikasi bahwa trotoar yang diperbaiki di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang berusia lebih dari tiga tahun. Fasilitas umum itu kondisinya telah rusak, sehingga dilakukan perbaikan. “Jadi itu (trotoar,red) bukan yang baru diperbaiki,” kata Lale.
Perbaikan trotoar telah masuk dalam perencanaan sebelumnya. Ia mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta, untuk mempercantik kawasan di sekitar eks Bandara Selaparang. “Panjang trotoar yang kita perbaiki tidak sampai satu kilometer,” demikian kata dia. (cem)

