Praya (Suara NTB) – Program iuran air gratis bagi rumah ibadah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hingga saat ini masih terus berjalan. Bahkan, Bupati Loteng H. L. Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., secara khusus meminta program tersebut diperluas cakupan sasaranya.
“Saya minta program iuran air gratis bagi rumah ibadah diperluas. Jangan hanya masjid, bila perlu musala juga dapat,” pinta Bupati Loteng H. L. Pathul Bahri saat membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Loteng tahun 2027, di Swiss Belcourt Hotel Lombok, Desa Tanak Awu, Rabu (8/4/2026).
Ia berharap perluasan cakupan layanan program tersebut bisa direalisasikan segera paling tidak pada tahun 2027 mendatang. Sebagai bagian dari implementasi program pemerintah daerah di tahun tersebut. Dengan begitu, akan semakin banyak rumah ibadah yang bisa menikmati layanan iuaran air gratis tersebut di daerah ini.
“Itu juga bagian dari pelayanan pemerintah daerah bagi masyarakat. Wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtha Ardia Rinjani (Tiara) Loteng Bambang Supratomo, S.I.P.,M.M., menegaskan akan berupaya maksimal menjalankan intruksi tersebut. Namun sebelumnya pihaknya akan melakukan kajian secara mendalam untuk mengukur peluang dan kemampuan yang ada.
Diakuinya, untuk bisa memberikan layanan iuran gratis air minum kepada rumah ibadah, termasuk musala di daerah ini bukan perkara mudah, karena memang banyak hambatan di lapangan. Terutama soal cakupan layanan jaringan air bersih Perumdam Tiara Loteng yang saat ini belum bisa menjangkau seluruh wilayah di Loteng.
Belum lagi bisa cara soal pendanaan untuk program tersebut. “Terutama soal jangkauan jaringan air bersih, itu yang jadi kendala sejauh ini. Belum lagi bicara soal kondisi jaringan yang rata-rata sudah tua,” imbuhnya.
Tapi bagaimanapun pihaknya akan berupaya menjalankan apa yang sudah menjadi intruksi pimpinan. Karena itu juga bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat di daerah ini. “Bagi musala yang mau mengajukan diri sebagai penerima program iuran air gratis silahkan mengajukan permohonan ke Perumdam Tiara Loteng. Nanti akan kita lihat kelayakannya,” ujar Bambang.
Namun perlu diingatkan juga program iuran air gratis ada batasannya. Yang digratiskan iuaran dengan pemakaian air hingga 20 meterkubik per bulan. Jika pemakaian di atas itu, maka harus dibayar kelebihannya. Pembatasan tersebut untuk mencegah supaya air tidak digunakan secara berlebihan di luar kebutuhan untuk mendukung kegiatan ibadah.
“Untuk saat ini program iuran air gratis ini menyasar sebanyak 500 lebih masjid dan rumah ibadah di Loteng. Dari sekitar 1.600 masjid dan rumah ibadah yang ada. Kenapa belum seluruhnya? Karena itu tadi, terkendala ketersediaan jaringan air bersih,” tandasnya. (kir)

