Mataram (Suara NTB) – Kementerian Haji (Kemenhaj) melalui Kantor Wilayah NTB memastikan ongkos haji tahun 2026 tidak mengalami kenaikan, meskipun terjadi lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) di tingkat global, sebagai imbas dari perang di Timur Tengah.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, H. Lalu Muhamad Amin, menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga stabilitas biaya penyelenggaraan ibadah haji agar tidak memberatkan jamaah.
“Alhamdulillah tidak ada kenaikan. Tidak dibebankan kepada jamaah haji,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Dengan kepastian tersebut, jamaah haji di NTB diminta untuk tetap fokus pada persiapan keberangkatan, baik dari sisi kesehatan, administrasi, maupun manasik.
“InsyaAllah jamaah haji tetap fokus untuk kesiapan diberangkatkan,” tambahnya.
Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Agama bersama DPR RI sebelumnya telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 dengan skema yang tetap menjaga keterjangkauan jamaah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengakui adanya potensi kenaikan biaya penerbangan menyusul lonjakan harga avtur hingga 30 persen. Namun, pemerintah menegaskan kenaikan tersebut tidak akan dibebankan kepada jamaah haji Indonesia.
Kemenhaj tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar dampak kenaikan avtur tidak mengganggu penyelenggaraan ibadah haji 2026, khususnya terkait biaya yang harus ditanggung jamaah.
Di sisi lain, persiapan teknis keberangkatan jamaah haji NTB juga terus berjalan. Kanwil Kemenhaj NTB memastikan distribusi perlengkapan haji sudah mulai dilakukan secara bertahap.
“Koper telah diterima dan saat ini masih dalam proses pengiriman ke jamaah,” jelas Amin.
Perlengkapan tersebut meliputi koper besar, koper kabin, tas paspor, serta identitas jamaah yang akan digunakan selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk memperhatikan ketentuan barang bawaan. Pemerintah telah menetapkan sejumlah aturan terkait barang yang diperbolehkan dan dilarang dibawa, terutama untuk menjaga keamanan penerbangan dan kenyamanan selama di Arab Saudi.
“InsyaAllah pelaksanaan haji tetap berjalan sesuai jadwal. Belum ada pengaruh dari eskalasi Timur Tengah,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, jamaah haji asal NTB akan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita. Selanjutnya, pemberangkatan kloter pertama (kloter I) menuju Tanah Suci dijadwalkan pada 22 April 2026. Jumlah jamaah haji NTB tahun ini tercatat sebanyak 5.798 orang yang terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). (bul)

