Jumat, April 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMUR1.124 Guru Swasta di Lotim Ditanggung Iuran BPJamsostek

1.124 Guru Swasta di Lotim Ditanggung Iuran BPJamsostek

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 1.124 guru tidak tetap (GTT) di madrasah dan sekolah swasta di Kabupaten Lombok Timur kini mendapat perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) melalui pembayaran iuran yang bersumber dari dana zakat.

Penandatanganan kerja sama perlindungan ini dilakukan di Kantor Bupati Lotim antara BPJamsostek Cabang Lombok Timur dengan Badan Amil Zakat (Baznas) di sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Kamis (9/4/2026). Program ini merupakan realisasi nazar Bupati Lotim serta kolaborasi dengan Baznas setempat.

Kepala BPJamsostek Cabang Lotim, Muhammad Yohan Firmansyah, menjelaskan bahwa pembayaran iuran untuk para guru tersebut menggunakan skema zakat terikat, di mana peruntukannya sudah ditetapkan.

“Alhamdulillah, sesuai fatwa MUI, penyaluran zakat dapat dipergunakan untuk iuran program BPJS Ketenagakerjaan. Untuk gelombang pertama, 1.124 guru dari 8 kecamatan sudah kami daftarkan. Iurannya hanya Rp8.400 per orang per bulan, dan kami bayarkan untuk satu tahun ke depan,” jelas Yohan.

Ia menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2024 tentang penyesuaian iuran JKK dan JKM.

“Yang tadinya Rp16.800 untuk satu orang, sekarang bisa untuk dua orang. Per orang dihitung Rp8.400. Ini bentuk kehadiran negara agar masyarakat pekerja memanfaatkan program BPJamsostek dengan mendaftar mandiri,” ujarnya.

Yohan juga memaparkan, sejak Januari hingga Maret tahun ini, total manfaat yang disalurkan untuk pemegang e-KTP Lombok Timur mencapai Rp9,9 miliar. Sementara dalam periode Februari hingga pertengahan Maret, terdapat 12 ahli waris yang menerima santunan total Rp1,8 miliar.

Selain guru, program perlindungan juga telah diberikan kepada 30.108 peserta dari ekosistem nelayan dan petani di Lotim.

Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad, menegaskan bahwa pembayaran zakat untuk 1.124 guru ini merupakan gelombang pertama. Penerima adalah guru honorer di sekolah swasta dan madrasah, bukan sekolah negeri.

“Kami membayarkan iuran untuk satu tahun penuh. Ini adalah gerakan zakat terikat dari para muzaki yang peduli. Harapannya, ini menjadi pemantik bagi masyarakat untuk mengalokasikan zakatnya guna mensejahterakan pekerja di sekitar kita,” kata H. Muhammad.

Iuran peserta BPjamsostek itu ditanggung dua orang muzakki. Total keseluruhan dibayarkan Rp85 juta per tahun. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO