Jumat, April 10, 2026

BerandaEKONOMIASITA NTB Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Pariwisata

ASITA NTB Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Pariwisata

 

Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan sektor pariwisata yang kian kompleks, meski tren pemulihan kunjungan wisatawan menunjukkan arah positif.

Ketua ASITA NTB yang baru dilantik, Sellywati, SH, di Mataram, Jumat, 10 April 2026 mengatakan, di bawah kepemimpinannya, ASITA NTB akan fokus pada penguatan produk wisata, transformasi digital, serta kolaborasi strategis lintas sektor guna memastikan pariwisata NTB tidak hanya ramai kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha.

“Ke depan, ASITA NTB akan fokus pada penguatan produk, transformasi digital, serta kolaborasi strategis untuk memastikan pariwisata NTB tidak hanya ramai, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi anggota,” ujarnya.

Sellywati mengakui, secara umum sektor pariwisata NTB telah menunjukkan pemulihan yang cukup baik pascapandemi. Namun di sisi lain, tantangan yang dihadapi justru semakin kompleks, terutama dari aspek aksesibilitas.

“Kenaikan harga tiket pesawat akibat avtur sangat memengaruhi minat perjalanan wisatawan,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ASITA NTB menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya adalah penguatan produk wisata melalui kurasi destinasi unggulan seperti kawasan Mandalika serta eksplorasi spot-spot baru di Lombok yang potensial untuk dijual sebagai paket wisata.

Selain itu, ASITA juga akan mendorong penyusunan paket wisata tematik yang lebih terjangkau, seperti paket 3 hari 2 malam (3D/2N) dengan konsep hemat, serta pengembangan program edukasi seperti study tour.

Di sisi harga, ASITA NTB berupaya melakukan negosiasi dengan maskapai penerbangan dan pelaku industri perhotelan untuk mendapatkan kontrak harga khusus bagi anggota. Langkah ini diharapkan dapat menekan harga paket wisata agar lebih kompetitif di tengah lonjakan biaya perjalanan.

“Kami dorong adanya kontrak rate khusus dengan airline dan hotel supaya paket yang dijual anggota bisa lebih murah dan menarik,” katanya.

Tak hanya itu, transformasi digital juga menjadi perhatian serius. ASITA NTB mendorong seluruh anggotanya untuk memanfaatkan marketplace dan media sosial sebagai kanal penjualan utama di era digital.

Di sisi lain, kolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus diperkuat, mulai dari pemerintah daerah melalui dinas pariwisata, hingga pelaku industri seperti hotel, restoran, dan transportasi.

Dengan berbagai strategi itu, ASITA NTB optimistis sektor pariwisata daerah ini mampu bertahan bahkan tumbuh di tengah tekanan global, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pelaku industri lokal. (bul)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO