Giri Menang (Suara NTB) – Proyek Alun-alun Giri Menang Park dan Taman Kota Gerung, Lombok Barat menjadi sorotan sejumlah kalangan, menyusul kerusakan sejumlah sarana prasarana pada proyek bernilai puluhan miliar tersebut. Padahal baru dibuka empat hari yang lalu pada Sabtu (4/4/2026). Sarana prasarana yang didatangkan dari Pulau Jawa tersebut mengalami kerusakan yakni wahana bermain anak dan alat olahraga.
Sarana tersebut di antaranya alat bermain anak berupa jungkat-jungkit putar yang roboh dan tidak bisa berdiri tegak. Selain itu, alat fitnes outdoor berupa sepeda kayuh statis juga mengalami kerusakan pada bagian pegangan tangan yang patah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP), Lalu Ratnawi dikonfirmasi terkait kerusakan sarana ini mengakui bahwa kerusakan terjadi pada Selasa (7/4/2026). Menurutnya, kerusakan pada sarana bermain anak disebabkan penggunaan yang tidak sesuai peruntukan. Sejumlah warga yang melebihi batas usia pengguna turut menggunakan sarana tersebut.
“Alat bermain itu sebenarnya dikhususkan untuk anak-anak, tapi digunakan juga oleh ibu-ibu,” jelasnya.
Di sisi lain, kerusakan pada alat fitnes outdoor tersebut disebabkan oleh pengunjung yang tidak mengikuti prosedur pemakaian. “Terkait alat yang patah atau rusak, disebabkan karena warga salah cara menggunakannya,” katanya.
Ratnawi mengatakan pihaknya sudah memesan alat baru untuk mengganti saranan bermain atau alat fitnes yang rusak tersebut. “Apapun kecelakaan kecil atau kerusakan pada alat-alat bermain itu, akan segera kami tangani dan perbaiki, karena ini masih masa pemeliharaan,” tandasnya.
Sementara itu, Oding selaku pihak penggandaan sarana prasarana tersebut mengatakan bahwa alat itu patah disebabkan membludaknya warga yang memakai ketika wahana itu dibuka untuk umum. Yang bermain di alat-alat inipun bukan hanya anak-anak tapi juga sama orang tua. Mereka menikmati permainan ini. “Sehingga yang khusus (sarana bermain) anak-anak, dinaiki oleh orang dewasa sehingga patah. Dan juga anak-anak naiknya bukan dibangku saja, di semua tempat. Satu kursi itu ada tiga orang, mutar ya jadi patah,”dalihnya.
Sarana prasarana alat bermain anak dan fitnes itu didatangkan dari Jawa, namun ia tak tahu daerah Jawa bagian mana. Prosesnya pun melalui pengadaan. Beberapa sarana prasarana itu, seperti ayunan, perosotan, panjat tebing anak-anak. Ada juga untuk yang dewasa, seperti alat fitnes yang sederhana.
Ditanya terkait sarana prasarana ini menjadi sorotan lantaran diduga tak sesuai spesifikasi, ia mengklaim kalau itu telah seusai spek. Peralatan ini pun masih dalam masa pemeliharaan, sehingga ketika terjadi kerusakan pihak rekanan yang menangani.
Diketahui alun-alun tahap I pada tahun 2025, dialokasikan dari nilai pagu Rp7.175.000.000, nilai HPS Rp7.174.678.000. Tahap II tahun ini, proyek tersebut dialokasikan RpRp9,4 miliar. Sehingga total anggaran untuk Alun-alun Rp16,5 miliar. Sedangkan untuk proyek rehabilitasi Taman Kota tahap I dianggarkan Rp2,2 miliar lebih dan tahap II tahun ini Rp4,4 miliar. Total anggaran untuk rehabilitasi Taman Kota ini Rp6,6 miliar lebih. (her)

