Jumat, April 10, 2026

BerandaNTBSUMBAWAOptimis Target Tanam Terealisasi

Optimis Target Tanam Terealisasi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa mengaku optimis target tanam padi di musim tanam 2026, bisa terealisasi. Tercatat sudah 58.174 hektar dari target yang ditetapkan 73.281 hektar mulai menanam padi.

“Musim hujan kita masih ada sehingga kami optimis target yang sudah ditetapkan pemerintah terealisasi apalagi waktu kita masih sangat panjang untuk mengejar target tersebut,” kata Kadistan Ir. Ni Wayan Rusmawati, kepada Suara NTB, Kamis (9/4).

Menurutnya, ada beberapa kendala untuk mempercepat target itu. Salah satunya, panen raya yang terjadi di beberapa wilayah, sehingga petani kesulitan mendapatkan Alsintan untuk mengeloh lahan. Terkait kondisi tersebut, pihaknya sudah mengambil strategi khusus dengan memaksimalkan brigade alsintan yang dimiliki saat ini.

“Kalau untuk ketersediaan air kita tidak memiliki kendala, bahkan saat ini air kita sangat melimpah karena masih ada hujan beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Wayan pun tidak menampik, target tersebut dianggap tidak terlalu sulit untuk bisa dicapai dalam mendukung program swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah. Pihaknya pun berharap agar petani bisa segera melakukan pengolahan lahan untuk mengejar target tanam tersebut.

“Kalau untuk kendala berat sih tidak ada untuk mengejar target tersebut. Kami juga mendorong agar petani bisa segera melakukan pengolahan lahan dan mulai melakukan penanaman,” ujarnya.

Wayan pun turut mengimbau kepada para petani untuk mematuhi jadwal tanam yang telah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut perlu menjadi atensi, karena hasil perkiraan BMKG bahwa Sumbawa akan mengalami kemarau panjang dalam beberapa bulan kedepan.

“Hasil perkiraan BMKG bahwa mulai bulan April kita akan mengalami kemarau yang sangat panjang. Sehingga kami minta kepada para petani dan Gapoktan untuk mematuhi pola tanam yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap pengaturan pola tanam tersebut, dianggap sangat penting diikuti oleh para petani agar tidak terjadi gagal tanam dan gagal panen. Selain itu, diharapkan kepada para petani yang berada di daerah irigasi juga harus menyesuaikan dengan pola tanam yang ditetapkan.

“Memang saat ini ketersediaan air kita masih sangat melimpah, tetapi perkiraan BMKG juga harus tetap dipedomani, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terutama terkait pola tanam,” tukasnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO