Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., masih tetap berharap pinjaman daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), untuk pembiayaan pengelolaan air bersih dan penerangan jalan. Saat ini, belum diketahui syarat untuk mengajukan pinjaman ke perusahaan plat merah tersebut.
“Tentulah kita sangat berharap pinjaman ke PT SMI dengan kondisi hari ini. Air bersih kita yang belum terjawab sejak beberapa dekade dan periode ini. Kalau kita ndak melakukan hal berani, ndak bisa menghadirkan air bersih bagi warga Dompu. Kita akan tetap seperti ini terus,” ungkap Bambang Firdaus, SE kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Dompu, Kamis (9/4) kemarin.
Kualitas air bersih yang dihadirkan PDAM Dompu, tentu tidak layak dikonsumsi. Airnya keruh, bau dan bahkan berulat. Hal itu terjadi karena tidak adanya pemrosesan air sebagai dampak dari ketiadaan anggaran, untuk pengadaan alat dan bahan yang dibutuhkan bagi proses air bersih.
Pemda Dompu sendiri belum memiliki anggaran untuk mendukung layanan di PDAM Dompu,sehingga menjadi kesyukuran ketika air mengalir ke pelanggan. Akan tetapi, air yang bau dan berulat diterima pelanggan akan ditindaklanjuti dengan memanggil managemen PDAM. “Tentu saja ini menjadi kelalaian, kelemahan akan kita perbaiki kedepan,” katanya.
Untuk rencana pinjaman ke PT SMI, Bambang mengaku belum mendapatkan informasi persyaratan apa saja yang sudah dipenuhi. “Nanti saya tanyakan kembali ke BPKAD, karena BPKAD yang kita percayakan untuk berkomunikasi. Sejauh ini apa syarat yang sudah dipenuhi dan lain – lain,” katanya.
Kendati demikian, Bupati mengaku, dua pimpinan DPRD Kabupaten Dompu telah berkunjung ke PT. SMI di Jakarta, untuk mengkonfirmasi terkait rencana Pemda Dompu mengajukan pinjaman untuk perbaikan PDAM Dompu dan penerangan jalan. Hal itu merupakan hal baik sebagai bentuk dukungan dan keterbukaan atas rencana pinjaman ini.
“Beliau–beliau (Ketua DPRD Dompu, Ir Muttakun dan Wakil Ketua 2 DPRD Dompu, Ismul Rahmadin, S.Pd.I) sudah langsung bertemu dengan pihak SMI. Karena tujuan ini, supaya kita transparan. Ndak mau saya ini hanya keinginan pemerintah saja. Tapi harus sama–sama dengan teman–teman legislative,” katanya. (ula)

