Jumat, April 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURRibuan Anak Terdampak, Bupati Lotim Kecewa Penutupan 106 Dapur MBG

Ribuan Anak Terdampak, Bupati Lotim Kecewa Penutupan 106 Dapur MBG

 

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, menyatakan kekecewaan mendalam menyusul kebijakan penutupan 106 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari total 243 dapur yang ada di Lotim.


“Sangat keberatan dan kecewa. Mestinya ada cara lain. Sambil menunggu perbaikan, tetap berjalan. Bagaimana anak-anak didik yang sebelumnya dapat makan, kini tidak dapat makan? Ini tidak sederhana,” tegas H. Iron, sapaan akrab Bupati Lotim dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).


Menurut Bupati, penutupan massal tersebut tidak hanya merugikan penerima manfaat, tetapi juga mengganggu ekosistem ekonomi yang sudah terbangun. Ia memaparkan dampak positif MBG terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.


“Ibu yang sebelumnya hanya bekerja di sawah kini dapat bekerja. Banyak pekerja MBG dapat upah layak. Honorer yang sebelumnya kerja di Pemda menjadi ahli gizi dengan upah Rp5 juta per bulan. Kalau honorer cuma Rp500 ribu. Inilah yang diklaim meningkatkan ekonomi,” ungkapnya.
Haerul berharap pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan penutupan dapur MBG dan mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat, terutama anak-anak yang bergantung pada asupan gizi dari program tersebut.


Hal senada dikemukakan sebelumnya oleh Wakil Bupati Lotim, H. Moh Edwin Hadiwijaya. Dikatakan Wabup, penutupan dapur tersebut dikhawatirkan mengguncang ekonomi. Dimana sebelumnya aktivitas usaha berjalan. Mulai dasi kegiatan suplay bahana baku MBG hingga proses distribusi.


Sejauh ini, keberadaan MBG telah menggerakkan ekonomi Lotim cukup baik. Roda ekonomi bergerak. Puluhan ribu pekerja mendapatkan upah cukup layak. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO