Jumat, April 10, 2026

BerandaPENDIDIKANSiswa Keluhkan Soal Sulit hingga Waktu yang Minim

Siswa Keluhkan Soal Sulit hingga Waktu yang Minim

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik-Asesmen Nasional (TKA-AN) jenjang SMP di Mataram berlangsung lancar. Siswa mengeluh soal yang sulit justru waktunya menjawab minim.

Seperti yang diungkapkan Ni Made Diva Sanescha, siswa kelas IX asal SMP Negeri 4 Mataram. Diva menuturkan, soal-soal yang muncul di TKA tergolong sulit, terlebih di materi numerasi.

Menurutnya, beberapa soal yang muncul tidak pernah didapatkan dalam materi pembelajaran selama di kelas. Selain itu, jumlah soal yang mencapai 30 butir tidak sebanding dengan waktu yang hanya 75 menit.

“Kalau di numerasi yang susahnya itu paling kita harus ngerjain soal tapi harus dibarengi logika. Terus ditambah juga waktunya yang menurut saya terbatas, jadi kita harus ngitungnya lebih cepat,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mengerjakan satu soal membutuhkan waktu paling tidak tiga menit. Sementara, dengan waktu 75 menit, ia hanya mampu menghabiskan waktu maksimal dua menit.

“Jadi agak terburu-buru. Juga dari yang kemarin, dari yang sudah melaksanakan TKA itu banyak yang kehabisan waktu di tengah jalan,” ungkapnya.

Durasi waktu pengerjaan TKA ke depan diharapkan,dapat lebih sesuai dengan jumlah soal,sehingga siswa tidak lagi mesti terburu-buru menyelesaikan soal tanpa dapat memahaminya.

Selain itu, Diva menyarankan agar penyusunan soal juga dapat disesuaikan di masing-masing daerah. Menyamaratakan soal dinilai tidak adil bagi siswa di daerah.

“Mungkin level kesulitan soalnya itu bisa disesuaikan tergantung daerah. Karena setiap daerah itu sekolah atau gurunya mengajarkan materi dengan cara yang berbeda. Jadi tidak semua siswa itu bisa menyelesaikan soal yang sepadan dengan pusat,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Komang Innu Suhendra Budi, siswa kelas IX asal sekolah yang sama. Innu merasa ada ketimpangan dalam pembagian soal TKA. Beberapa siswa mendapat soal yang sulit, sementara yang lain sangat mudah untuk mata pelajaran yang sama.

“Ada teman saya yang dapat soal gampang sekali, sedangkan ada lagi satu yang sulit sekali. Kayak enggak merata gitu pembagian sistemnya, tergantung seberapa beruntung dia dapat soal itu. Ada yang aljabar yang dipaparin soalnya itu gampang, ada aljabar yang dipaparinnya itu kayak muter-muter. Sulitlah,” tuturnya.

Kendati persiapan telah lama ia siapkan, soal-soal dalam TKA tetap saja sulit baginya. Berbeda dengan ANBK yang meskipun mata pelajaran yang diuji sama, tetapi pembagian soalnya merata.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa durasi waktu yang diberikan tidak sepadan dengan jumlah soal yang mesti diselesaikan.

Innu berharap, beberapa kendala dan kesulitan yang dialaminya dan teman-teman bisa menjadi rujukan pemerintah untuk perbaikan ke depan. “Mungkin bisa nanti dari sistemnya itu buat soal disamain tapi diganti angka-angkanya saja. Enggak usah soalnya beda-beda sekali,” harapnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO