Jumat, April 10, 2026

BerandaEKONOMITiket Pesawat Melonjak, Penyeberangan Laut Belum Ikuti Kenaikan Tarif

Tiket Pesawat Melonjak, Penyeberangan Laut Belum Ikuti Kenaikan Tarif

Mataram (Suara NTB) – Lonjakan harga tiket pesawat yang terjadi belakangan ini mulai memicu potensi pergeseran penumpang ke moda transportasi laut. Namun hingga saat ini, tarif penyeberangan laut dipastikan masih stabil dan belum mengalami kenaikan.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy, menegaskan bahwa belum ada pembahasan terkait rencana kenaikan tarif penyeberangan, baik di tingkat pusat maupun internal perusahaan pelayaran.

“Per hari ini belum ada pembahasan terkait kenaikan tiket, baik di DPP Gapasdap maupun di internal operator seperti PT DLU,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.

Diketahui, pemerintah telah memberikan lampu hijau bagi jasa penerbangan untuk menaikkan tarif tiket pesawat 9 hingga 13 persen, menyusul dinamika global yang memicu kenaikan harga BBM dunia.

Kenaikan tarif pesawat ini dapat mendorong sebagian segmen penumpang beralih ke transportasi laut. Firman mencontohkan, tarif penerbangan rute Surabaya yang sebelumnya sekitar Rp1 juta kini telah naik menjadi di atas Rp1,2 juta.

“Segmen tertentu bisa saja bergeser menggunakan jasa penyeberangan laut,” katanya.
Meski demikian, industri angkutan penyeberangan juga menghadapi tekanan biaya operasional yang tidak ringan. Firman mengungkapkan, dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, turut berdampak pada kenaikan harga komponen operasional, terutama bahan bakar minyak (BBM) industri.

“Dampak perang AS dan Israael dengan Iran secara tidak langsung sudah berpengaruh pada harga komponen. Yang paling terasa adalah BBM industri yang naiknya cukup tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, operator kapal saat ini masih bersikap wait and see dalam menyikapi kondisi tersebut. Para pelaku usaha berupaya menahan tarif agar tetap kompetitif, meskipun tekanan biaya terus meningkat.

“Owner kapal masih melihat perkembangan. Kalau situasi global membaik, kemungkinan kondisi tetap stabil. Tapi kalau memburuk, tentu akan ada koreksi,” ujarnya.

Firman juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada sinyal kuat dari pelaku usaha untuk menaikkan tarif penyeberangan. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi dapat berubah dengan cepat mengikuti dinamika ekonomi global dan harga energi.

“Belum ada arah ke sana (kenaikan tarif), tapi situasi bisa berubah kapan saja,” pungkasnya.
Dengan kondisi ini, moda transportasi laut berpotensi menjadi alternatif bagi masyarakat, terutama bagi penumpang yang mempertimbangkan efisiensi biaya di tengah mahalnya tiket pesawat. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO