POSISI Wakil Direktur (Wadir) Perencanaan dan Keuangan pada Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi NTB resmi diisi oleh Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (9/4/2026). Posisi Wadir dipercayakan pada Baiq Nelly Kusumawati Ma’ruf yang sebelumnya menjabat Asisten III Setda Kota Mataram.
Bagi mantan Inspektur Kota Mataram ini, RSUD Provinsi NTB, memiliki visi yang harus dilaksanakan setelah dilantik. Yakni, RSUD Provinsi NTB tidak boleh lagi memiliki utang apapun.
“Yang jelas, utang tidak boleh berlanjut dari tahun sebelumnya. Utang harus selesai di tahun 2026 ini,” tegasnya usai dilantik menjadi Wadir Perencanaan dan Keuangan RSUD Provinsi NTB di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (9/4/2026).
Dengan rekam jejaknya sebagai Asisten III Setda Kota Mataram, Inspektur Kota Mataram hingga Kabag Umum Setda Kota Mataram kakak kandung Gubernur NTB itu yakin mampu menyelesaikan target serta tugas pada jabatan barunya di RSUD NTB.
“Saya tentunya yakin dengan saya punya pengalaman jejak rekam menjabat di Kota Mataram dengan tupoksi yang ada sekarang sebagai Wadir Perencanaan dan Keuangan. Karena memang saya jejak rekam di keuangan, aset, pendapatan, dan di inspektorat. Insyaallah itu merupakan bekal untuk saya bekerja bisa menyelesaikan target-target yang harus menjadi target Rumah Sakit Provinsi,” terangnya.
Kendati demikian, ia mengaku bahwa jabatan yang diembannya saat ini merupakan amanah besar dengan tugas yang cukup berat. Namun, bagi Nelly, amanah yang besar itu mesti menjadi motivasi untuk berkontribusi positif dalam memperbaiki persoalan di RSUD Provinsi NTB.
“Ya, karena mendapatkan amanah yang berat, kita bilang ‘Innalillahi wa innailaihi raji’un’, ya. Karena kan PR-nya berat dengan kondisi Rumah Sakit Provinsi sebesar ini. Tapi itu menjadi penyemangat dan menjadi target untuk kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada sekarang ini. Dan besok, Jumat, sudah bersama Pak Direktur dan tim manajemen sudah harus mulai langsung kerja. Harus maraton,” katanya.
Selain menyelesaikan persoalan utang, dirinya juga berencana menciptakan sistem informasi manajemen yang terintegrasi. Langkah ini menjadi upayanya untuk mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat.
“Semua kita akan lakukan dengan transparan sehingga masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan dan tidak ada lagi keluhan-keluhan terhadap pelayanan rumah sakit yang tidak berjalan dengan semestinya,” pungkasnya. (sib)

