Di balik senyum sederhananya, Rukhidatun Aini, siswi Kelas IX A SMP 1 Montong Gading Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menyimpan segudang prestasi membanggakan. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, ia berhasil menorehkan emas di berbagai ajang lomba, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
Kepada Suara NTB, Rukhidatun didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Tenis Dinas (UPTD) Dikbud Kecamatan Montong Gading, Amat menuturkan perjalanan prestasinya dimulai pada Juni 2025, ketika ia menjadi finalis Lomba Resensi tingkat Kabupaten Lombok Timur yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lotim. Tak berhenti di situ, pada Agustus 2025, Rukhi—sapaan akrabnya—berhasil meraih Juara 1 Lomba FTBI (menulis Cekon) tingkat kecamatan, sekaligus melaju sebagai finalis di tingkat kabupaten.
Bulan September 2025 menjadi momen istimewa lainnya. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, ia terpilih sebagai finalis Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan yang diadakan oleh Kementerian Kebudayaan RI, PFI, dan PT Pos Indonesia (Persero).
Namun, puncaknya terjadi pada awal tahun 2026. Di bulan Maret, Rukhi meraih Juara 3 Olimpiade tingkat Provinsi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA, sekaligus berhak melaju ke tingkat nasional. Di kancah nasional, ia sukses menjadi Juara 9 dari 1.253 peserta Olimpiade Bahasa Indonesia.
Bukan hanya itu, April 2026 menjadi bulan bersejarah. Dalam Olimpiade Nasional yang digelar untuk tiga mata pelajaran sekaligus, Rukhi berhasil menyapu tiga medali emas sekaligus untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan PAI.
“Menjadi bagian dari sekolah ini adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya bangga berproses di sini karena mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah,” ujar Rukhi dengan mata berkaca-kaca.
“Jangan pernah takut atau merasa minder. Prestasi bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang perjuangan. Jangan jadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berjuang, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai motivasi dan pelajaran. Saya yakin banyak bakat tersembunyi pada diri kalian, dan saya juga yakin pasti kalian bisa melampaui apa yang saya capai. Jangan berhenti belajar dan membaca, karena banyak hal di dunia ini yang tidak kalian ketahui. Jaga sikap dan akhlakmu agar ilmu yang kamu dapatkan menjadi berkah,” ujarnya.
Rukhidatun Aini telah membuktikan bahwa kerja keras, doa, dan dukungan lingkungan yang positif mampu mengantarkan seorang pelajar dari desa meraih mimpi di tingkat nasional. Namanya kini tercatat sebagai inspirasi bagi generasi muda Gumi Patuh Karya. (rus)

