Minggu, April 12, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURWabup Lotim: Pendidikan dan Sosial Harus Beriringan

Wabup Lotim: Pendidikan dan Sosial Harus Beriringan

 

Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan dan sosial dalam menghadapi tantangan perubahan zaman. Hal ini sejalan dengan falsafah perjuangan organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang secara konsisten menyandingkan kedua aspek tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Wabup Edwin saat menghadiri peringatan Milad ke-4 Lembaga Pendidikan Sosial (LPS) Sirzam Pancor, Sabtu (11/4/2026). “Pendidikan dan sosial itu di NWDI selalu bergandengan. Kenapa harus pendidikan dulu? Karena masalah-masalah sosial hanya bisa diselesaikan jika orang-orang berpendidikan yang mengerjakannya,” ujar Wabup Edwin.


Menurutnya, persoalan sosial hanya dapat dituntaskan secara efektif dan berkelanjutan jika dikelola oleh individu-individu terdidik. Sinergi keduanya menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


Sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan, Wabup memaparkan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui pengembangan program “Sekolah Rakyat”. Program bermodel boarding school yang berpusat di Lenek tersebut saat ini telah menampung 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga tengah memprioritaskan penyediaan lahan untuk Sekolah Garuda.


Di sisi lain, Wabup juga menyoroti fenomena keramaian di kalangan ibu rumah tangga akibat isu kelangkaan gas. Ia menyebut literasi media sosial yang belum dibarengi dengan ketenangan dalam berbelanja menjadi faktor utama penyebab gangguan suplai di Lombok Timur.


“Kondisi pasokan yang menipis menjadi makin sulit karena kepanikan pembeli,” ujarnya menyayangkan perilaku panic buying yang dipicu informasi masif di media sosial.


Pemerintah saat ini fokus pada percepatan distribusi setelah pasokan gas tambahan tiba melalui Pelabuhan Lembar. Wabup menjelaskan bahwa ketergantungan nasional terhadap impor elpiji sebesar 80 persen dari Amerika Serikat berimbas pada tersendatnya suplai lokal, yang diperburuk oleh lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri.


Wabup juga mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup hemat energi. Mengingat pengawasan subsidi listrik, elpiji, dan BBM yang semakin ketat, kesadaran untuk tidak boros menjadi kunci utama agar stabilitas ekonomi rumah tangga dan daerah tetap terjaga. Sementara itu, kebijakan Work from Home (WFH) tengah diuji coba sebagai langkah kolektif menekan konsumsi BBM daerah.


Sementara itu, Ketua Panitia Mursidin memaparkan bahwa rangkaian milad tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya ujian hafalan Al-Qur’an bagi santri Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Sirzam Pancor yang mencakup kategori 3 juz, 5 juz, hingga 10 juz. Kesuksesan acara juga ditandai dengan penyelenggaraan Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat lembaga yang berlangsung pada 7-9 April lalu.


Berawal dari inisiatif untuk tidak sekadar mengajarkan cara membaca Al-Qur’an di TPQ, LPS Sirzam kini berkembang menjadi wadah pembinaan tahfidz yang lebih terstruktur. Saat ini, LPS Sirzam mengasuh lebih dari 100 santri.


Acara peringatan Milad ke-4 LPS Sirzam yang digelar di Lapangan RTQ Sirzam Pancor tersebut dirangkaikan dengan wisuda hafalan santri RTQ Sirzam Pancor. Turut hadir Rektor Universitas Hamzanwadi, para Tuan Guru dan Alim Ulama, Pembina LPS Sirzam, da’i, wali santri, serta para santriawan dan santriwati. (rus)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO