Giri Menang (Suara NTB) – Calon pelamar posisi jabatan Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Lombok Barat (Lobar) didominasi pejabat dari luar daerah. Namun, di antara pelamar dari luar daerah ini belum menyerahkan berkas, sehingga masa pendaftaran berpotensi diperpanjang karena pelamar dianggap masih kurang dari ketentuan.
Panitia seleksi (pansel) belum menerima berkas administrasi yang lengkap dari para peminat hingga menjelang batas akhir pendaftaran. “Sejauh ini sudah ada beberapa nama, tapi status mereka masih sebatas calon kandidat karena belum ada satu pun yang secara resmi memenuhi seluruh persyaratan dokumen yang ditetapkan,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar, Baiq Mustika Dwi Adni, akhir pekan kemarin.
Ia mengungkapkan, saat ini masih empat orang yang berkomunikasi menunjukkan ketertarikan untuk menjabat Kepala BKAD Lobar. Namun mereka belum melengkapi persyaratan yang dipersyaratkan atau dokumen-dokumennya.
Sesuai jadwal yang telah disusun, batas waktu pendaftaran dan penyerahan berkas semestinya berakhir pada tanggal 13 April 2026 ini. Melihat kondisi di lapangan di mana para pendaftar masih berkutat dengan urusan administratif, pihak BKDPSDM berencana melakukan koordinasi intensif dengan Bidang Mutasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Mustika menegaskan, jika hingga tenggat waktu yang ditentukan jumlah pendaftar yang memenuhi syarat (MS) belum memenuhi kuota minimal, maka opsi perpanjangan waktu pendaftaran akan diambil. Hal ini sesuai dengan regulasi seleksi terbuka agar iklim kompetisi tetap terjaga dan mendapatkan figur terbaik untuk mengelola keuangan daerah.
“Jadi kami konfirmasi dulu, nah kalau misalnya belum mereka lengkapi, ya harus ada perpanjangan lagi,” tegasnya.
Ditanya mengenai asal instansi para calon kandidat tersebut, Mustika masih enggan membeberkan identitas secara detail. Namun, ia memberi sinyal bahwa dari empat orang yang mulai menunjukkan ketertarikan tersebut, terdapat pejabat internal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan tiga di antaranya dari pejabat luar daerah.
“Ada (pejabat internal), sebagian besar calon pelamar dari luar daerah. Tapi sekali lagi saya katakan mereka masih calon kandidat,” imbuhnya. (her)

