Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan membuat program subsidi bunga pinjaman bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tujuannya untuk mempermudah akses pembiayaan untuk proses penempatan ke luar negeri.
Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah mengatakan, inisiasi program itu telah dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. “Alhamdulillah Perbup-nya per 1 April 2026 sudah kita tandatangani, sehingga inisiasi setiap agenda yang ada dalam program itu bisa kita mulai tahun ini. Salah satunya terkait subsidi bunga pinjaman bagi PMI,” katanya.
Menurut Bupati Amar, insiasi program itu merupakan wujud komitmen pemerintah KSB untuk melindungi calon pekerja migran dari beban biaya penempatan yang cukup tinggi. Program ini juga guna mencegah kemungkinan praktik pinjaman merugikan yang sering dialami para calon pekerja migran.
Bupati memberi gambaran bagaimana program subsidi bunga pinjaman bagi PMI itu akan dijalankan. Ia mencontohkan tahun ini, Pemda KSB mendapat kuota kerja sama pengiriman PMI sebanyak 50 orang ke Jepang dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Untuk biaya pelatihan, pemberangkatan hingga penempatannya membutuhkan dana sekitar Rp70 juta.
Untuk mendapatkan dana sebesar itu lanjutnya, Pemda KSB akan memfasilitasi setiap calon PMI mendapat pinjaman bank. Model perjanjiannya kata Bupati, Pemda KSB akan menalangi bunga pinjamannya. Sementara, PMI bersangkutan berkewajiban membayar cicilan pinjaman pokoknya setelah mendapatkan gaji dari tempat kerjanya.
“Infonya gaji di Jepang itu sampai kisaran Rp20 juta. Jadi kalau mereka bayar pokok pinjamannya Rp7 juta/bulan. Maka masih ada Rp13 juta/bulan yang bisa disisihkan. Mereka bisa perpanjang kontrak sampai 5 tahun di sana,” urai Bupati.
Bupati mengungkap, banyak kesempatan kerja menjadi PMI di berbagai negara. Selain ke Jepang, pada tahun ini ada tawaran lain juga dari Turki dan Jerman. “Yang Turki biayanya sampai Rp40 juta. Dan kalau dengan subsidi itu pasti akan ringan, karena gaji di Turki bisa sampai Rp16 juta/buan. Kalau ke Jerman khusus tenaga kesehatan,” bebernya.
Untuk menjalankan program itu, Bupati pun telah meminta Disnakertrans untuk segera menyusun regulasinya. Terutama dengan kehadiran Balai Latihan Kerja (BLK) nantinya yang akan turut membuka pelatihan PMI, diharapkan program subsidi bunga pinjaman itu dapat diintegrasikan. “Disnaker harus segera menyiapkannya terutama untuk menyongsong pengiriman PMI yang ke Jepang sesuai kuota yang diberikan APKASI ke kita,” pungkasnya.(bug)

