Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa memastikan akan segera meluncurkan atau me-launching program ekonomi biru sebagai komitmen awal pemerintah dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota.
“Samota itu nantinya akan kita arahkan menuju KEK setelah ekonomi biru yang rencananya akan kita launching Rabu (3/12) dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Selasa (2/12/2025).
Jarot melanjutkan, komitmen pemerintah untuk mewujudkan KEK Samota juga sudah direspons baik oleh Menteri Koordinator bidang Ekonomi Airlangga Hartanto. Bahkan Sumbawa mendapat skor tinggi dan menjadi bagian dari program prioritas menjadi KEK di Indonesia timur.
“Jadi, kalau KEK ini bisa terwujud akan mengikuti Mandalika dan Labuhan Bajo termasuk Raja Ampat. Sehingga Sumbawa akan menjadi tempat pertumbuhan ekonomi cepat,” ujarnya.
Pemerintah juga saat ini akan melakukan koordinasi lebih lanjut ke Kementerian terkait untuk mempercepat proses terwujudnya KEK Samota. Apalagi Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) H. Fahri Hamzah sudah menghubungi Menteri koordinator bidang ekonomi Airlangga Hartanto untuk percepatan KEK Samota.
“Kemarin pak Fahri sudah menelepon pak Airlangga dan alhamdulillah Sumbawa masuk prioritas untuk mewujudkan KEK di wilayah Timur. Kami juga akan segera berkoordinasi lebih lanjut ke Kementerian terkait,” ucapnya.
Jika KEK Samota terealisasi maka hal itu akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di pulau Sumbawa. Apalagi di Sumbawa infrastruktur perhubungan darat sudah bagus, laut, dan udara sudah memadai sehingga bisa memperkuat arus kunjungan wisatawan.
“Ada enam komoditas andalan Samota yakni rumput laut, udang, kerapu, ikan tangkap, bandeng, dan ubur-ubur jika itu bisa kita kelola dengan baik akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat disamping sektor pariwisata,” ucapnya.
Ia juga berharap dengan adanya pengembangan KEK Samota ini akan memberikan manfaat terhadap penguatan ekosistem pengembangan komoditas unggulan daerah. Seperti pertanian, perkebunan, peternakan, sentra garam, dan rumput laut, perikanan dan kelautan.
Selain itu, pengembangan KEK Samota juga akan memberikan manfaat, terjaga penguatan swasembada pangan, air, dan energi berkelanjutan. Pengembangan pariwisata alam, budaya dan minat khusus serta penguatan kapasitas fiskal daerah untuk pendanaan pembangunan daerah.
“Potensi tersebut harus kita kelola sebaik-baiknya sebagai salah satu modal pembangunan untuk mengeksplorasi kemajuan ekonomi di Pulau Sumbawa,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Samota akronim dari kawasan wisata konservasi Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora sebagai episentrum pembangunan ekonomi biru di Pulau Sumbawa.
“Samota menjadi satu yang utama untuk mendorong pengembangan ekonomi biru,” kata Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dam Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Firmansyah saat ditemui di Mataram beberapa waktu lalu.
Agenda pengembangan ekonomi biru di NTB dilakukan dengan pendekatan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Berbagai potensi eksiting dan potensi baru dari sektor perikanan serta kelautan yang teridentifikasi dikelola untuk pembangunan berkelanjutan yang inklusi hingga pengembangan pariwisata bahari dan minat khusus.
Firmansyah mengatakan ekonomi biru berangkat dari mimpi pemerintah daerah sampai 20 tahun ke depan untuk menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi kepulauan yang kuat, kompetitif, unggul, andal, dan takwa.
Menurutnya, Samota adalah kawasan yang strategis di Pulau Sumbawa karena memiliki potensi sumber daya alam melimpah, cagar biosfer dunia, dan melingkupi dua kabupaten yakni Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa.
“Itu menjadi hal yang penting untuk kami bangun sebagai pemantik pengembangan ekonomi biru,” ucap Firmansyah.
Lebih lanjut dia menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi biru di Samota melalui peningkatan produktivitas perikanan tangkap, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan intervensi pelabuhan.
Pemerintah NTB mendorong agar wilayah Samota bisa menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Nusa Tenggara Barat, seperti halnya KEK Mandalika yang berada di Pulau Lombok. “Kami berharap lima tahun bisa kami dorong pengembangan ekonomi biru yang lebih spesifik di Samota,” pungkas Firmansyah.(ils)



