spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMLakukan Optimalisasi Saluran

Lakukan Optimalisasi Saluran

PEMERINTAH Kecamatan Sandubaya mengungkapkan bahwa dalam tiga pekan terakhir, Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) telah melaksanakan kegiatan optimalisasi sejumlah saluran sungai sebagai bagian dari paket kerja mitigasi bencana. Namun, khusus normalisasi Sungai Kali Unus di Kelurahan Abian Tubuh Baru, dibutuhkan dukungan alat berat seperti ekskavator karena kondisi sedimentasi dan penyempitan aliran yang cukup parah.

Camat Sandubaya, Henny Suyasih, mengatakan program optimalisasi sungai merupakan salah satu agenda utama KMPS yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan. “Program ini diusung dengan harapan wilayah kami bebas dari banjir,” ujarnya, Selasa (9/12).

Ia menjelaskan, Kelurahan Abian Tubuh Baru ditunjuk sebagai pilot project mengingat kawasan tersebut termasuk titik rawan banjir. Selama bertahun-tahun, wilayah ini kerap terdampak genangan saat musim hujan akibat penyumbatan saluran, sedimentasi, serta kapasitas drainase yang tidak memadai.

Dengan adanya program optimalisasi saluran sungai dan drainase lingkungan, pemerintah kecamatan menargetkan Abian Tubuh Baru dapat menekan risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi.

Terkait upaya normalisasi, pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang rawan mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah maupun pendangkalan. Pengerjaan secara teknis, terutama pada segmen yang membutuhkan alat berat, direncanakan akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I pada Januari 2026.

“Kalau panjang sungai yang akan dinormalisasi itu sudah kami petakan, tetapi untuk rinciannya belum kami hitung detail. Intinya, sepanjang aliran sungai akan kita fungsikan kembali sebagaimana mestinya,” jelas Henny.

Pelaksanaan kegiatan optimalisasi ini tidak hanya melibatkan anggota KMPS, tetapi juga partisipasi masyarakat lingkungan sekitar serta masing-masing kepala lingkungan. Keterlibatan warga diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan sungai dan memastikan aliran air tetap lancar sepanjang tahun. “Dalam gotong royong ini saya melihat masyarakat antusias memberikan sumbangsih juga,” terang Henny

Henny menyebut, keterlibatan warga penting untuk menjaga kesinambungan fungsi sungai setelah normalisasi dilakukan. Selain itu, edukasi terhadap warga untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai juga akan diperkuat, mengingat sampah domestik selama ini menjadi salah satu pemicu utama penyumbatan.

Program optimalisasi dan normalisasi ini diharapkan menjadi langkah komprehensif dalam membangun kawasan Sandubaya yang lebih aman dan tangguh menghadapi potensi bencana. Pemerintah kecamatan menargetkan seluruh kegiatan dapat berjalan bertahap dan tuntas sebelum puncak musim hujan 2026. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO