spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMSatpol PP Fokus Awasi Empat Titik Rawan Gangguan Kamtibmas saat Malam Pergantian...

Satpol PP Fokus Awasi Empat Titik Rawan Gangguan Kamtibmas saat Malam Pergantian Tahun

Mataram (Suara NTB) – Menjelang malam pergantian tahun 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perayaan pergantian tahun berlangsung aman dan kondusif bagi masyarakat. Sedikitnya empat lokasi dipetakan sebagai pusat keramaian yang memiliki potensi meningkatnya risiko gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yaitu Taman Wisata Rakyat Pantai Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Taman Udayana, eks Pelabuhan Ampenan, serta Taman Sangkareang.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, H. Irwan Rahadi, menjelaskan bahwa peningkatan pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Koordinasi tersebut, kata Irwan, penting untuk menyatukan langkah antarlembaga agar pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan efektif.

“Intinya, Forkopimda sudah mengarahkan sesuai kebijakan Pak Wali Kota. Kami sudah mempersiapkan anggota sejak awal untuk patroli Nataru,” ujarnya, Selasa (9/12).

Tidak adanya acara malam tahun baru yang terpusat di Kota Mataram membuat pola pengamanan tahun ini sedikit berbeda. Pemerintah memilih untuk menggelar kegiatan doa bersama dan tasyakuran di Pendopo Wali Kota. Meski demikian, potensi keramaian justru diperkirakan menyebar ke berbagai ruang publik, sehingga memerlukan strategi mobilisasi personel yang lebih fleksibel.

Untuk itu, Satpol PP akan bersinergi dengan kecamatan, kelurahan, jajaran kepolisian tingkat Polsek, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa. Kolaborasi lintas unsur ini diharapkan mampu menekan potensi kerawanan pada titik-titik yang menjadi favorit masyarakat menghabiskan malam pergantian tahun.

“Setelah doa dan tasyakuran, kami akan memulai persiapan dengan apel pasukan di pendopo. Selanjutnya kami menyebar ke titik-titik keramaian di fasilitas publik seperti kawasan wisata, tempat bermain, dan lainnya,” jelas Irwan.

Ia menerangkan bahwa potensi gangguan kamtibmas paling tinggi biasanya terjadi setelah detik-detik pergantian tahun, tepatnya pada rentang pukul 01.00–03.00 Wita. Pada jam-jam tersebut, mobilitas masyarakat meningkat dan kondisi lingkungan cenderung sulit diawasi secara menyeluruh.

Selain itu, penggunaan petasan dan kembang api juga menjadi fokus pengawasan. Irwan menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyisiran untuk memastikan aktivitas tersebut tidak membahayakan keselamatan masyarakat maupun memicu gangguan lain.

“Nanti kami turunkan satu peleton personel yang berjumlah 40 orang,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengamanan tidak hanya difokuskan pada malam pergantian tahun. Satpol PP juga telah menyiapkan pola pengamanan khusus untuk perayaan Natal. Sejumlah rumah ibadah, terutama gereja-gereja besar di Kota Mataram, akan disiagakan personel sejak malam ibadah hingga puncak perayaan berlangsung. Pengamanan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Satpol PP berharap seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Mataram berjalan aman, tertib, dan tanpa insiden yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO