Sumbawa Besar (suarantb.com) – Vice President External Relation PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Susanto Lim memproyeksikan rencana konstruksi di blok Elang Dodo Rinti mulai dilakukan pada tahun 2027 mendatang. Selanjutnya proyek ini ditargetkan beroperasi di tahun 2030.
“Proyeksi kita untuk konstruksi kita lakukan di tahun 2027 dengan harapan kita berproduksi di tahun 2030. Saat ini kami juga sedang melakukan penyempurnaan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan untuk proyek tersebut,” kata Susanto, kepada wartawan di Sumbawa, beberapa waktu lalu.
Ia melanjutkan, setelah studi kelayakan rampung pihaknya akan melakukan pengurusan proses perizinan termasuk izin-izin yang lain. Apalagi untuk tahap perizinan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena ada beberapa perizinan utama yang perlu diselesaikan.
“Izin lingkungan salah satunya termasuk FS dan berikutnya. Sehingga dalam pelaksanaan nantinya bisa berjalan lancar dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Disinggung terkait rencana mulai beroperasinya proyek tersebut, Susanto mengaku masih melihat perkembangan dari tahap penyusunan FS terlebih dahulu. Kendati demikian, management tetap menargetkan bisa beroperasi di tahun 2030 mendatang.
“Jadi, pada prinsipnya semua itu masih tergantung hasil persetujuan FS, termasuk perhitungan desain selanjutnya. Kalau untuk progres penyusunan FS kami belum tahu secara pasti,” ujarnya.
Seraya menambahkan, sejauh ini kebijakan management tetap mengacu pada pembangunan bad conveyor dari blok Elang Dodo Rinti ke lokasi Concentrator yang ada di PT Amman (Sumbawa Barat). Hanya saja segala kemungkinan bisa saja terjadi perubahan tergantung hasil penyusunan FS yang saat ini terus berproses.
“Rencananya seperti itu (pembangunan bad conveyor) tetapi kami tetap menunggu hasil final penyusunan FS. Kalau tahap awal memang kita mengarah ke rencana pembangunan conveyor itu,” tukasnya. (ils)



