Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) terus berkomitmen untuk meraih akreditasi internasional. Salah satu caranya mendorong mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa pertukaran mahasiswa internasional atau International Credit Mobility Programme pada kampus di Eropa melalui besiswa Erasmus +. Dalam hal itu, Unram melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menggelar sesi berbagi atau sharing session dengan menghadirkan perwakilan Erasmus + di Aula Prof Morisco, Fakultas Teknik Unram, pada Senin (8/12/2025).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Mataram (Unram), Prof. Akmaluddin, S.T., M.Sc.(Eng.), Ph.D., hadir secara langsung membuka sharing session tersebut. Pembicara utama atau keynote speaker sharing session yaitu Dimas Arif Prassetyo, yang merupakan National Reps OCEAN Network European Union. Dimoderatori oleh Rusdi Bastian Ilham.
Prof. Akmaluddin menyampaikan, beasiswa pertukaran mahasiswa dari Erasmus + yang merupakan salah satu program beasiswa dari Uni Eropa khusus untuk pertukaran mahasiswa. Bagi mahasiswa yang diterima melalui beasiswa ini akan mendapatkan biaya penuh untuk mengikuti magang di kampus di Eropa.
“Selama ini yang kami lakukan adalah, mahasiswa kami yang akan pergi ke luar negeri, biasanya karena tidak ada alokasi di dalam UKT, kami bernegosiasi dengang orang tua untuk membantu biaya. Sekarang ini ada beasiswanya, kontribusi ornag tua perlu bisa dikurangi,” ujarnya.
Pihaknya berharp, melalui sharing session ini ada mahasiwa Unram yang tertarik ikut program ini, sehingga ada mahasiswa yang berhasil lolos untuk mengikuti beasiswa dengan pembiayaan penuh.
“Pertukaran mahasiswa atau magang internasional ini adalah sala satu yang mendukung akreditasi internasional. Salah satu poin akreditasi internasional yaitu jumlah mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar. Ada mahsiswa internasional yang masuk ke Unram dan ada mahasiswa Unram yang studi ke kampus luar negeri. Sekarag ini ada tawaran dari Erasmus +, kesempatan ini harus diambil oleh mahasiswa,” ajak Prof. Akmaluddin.
Wakil Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unram, Dr. Dewi Satria Elmiana menambahkan, acara ini untuk memberikan kesempatan ke mahasiswa untuk bisa mengikuti studi dengan pembiayaan dari Erasmus + di Uni Eropa. “Peserta yang hadir ini mahasiswa semester akhir dari semester V hingga VII, harapannya mereka bisa ikut program yang didanani Erasmus + untuk studi lanjut ke Eropa,” ujarnya.
Sementara itu, pembicara utama Dimas Arif Prassetyo menyampaikan, program beasiswa ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa merasakan studi di tingkat internasional, dalam hal ini di beberapa kampus di Uni Eropa. Beasiswa ini untuk pertukaran mahasiswa selama satu semester.
“Semua dibiayai atau full funded (pendanaan penuh) mulai dari tiket pesawat, kos, biaya hidup bulanan sampai mereka pulang. Ketika kembali ke Unram, mereka tidak perlu menambah masa studi, karena mata kuliah ang mereka ambil di Eropa bisa dikonversi di Unram. Mahasiswa bisa tetap akan lulus tepat waktu, walau mereka ikut pertukaran pelajar di Eropa,” ujar Dimas.
Dimas juga menjelaskan, ada beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi oleh mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan ini. Salah satu persyaratan paling penting yaitu memiliki kemampuan bahasa Inggris. Kemudian, ada beberapa persyaratan lain, antara lain CV, surat motivasi atau motivation letter alasan mereka mau ikut program ini.
Kemudian, learning agreement, seperti dokumen yang mencantumkan mata kuliah yang akan mahasiswa ambil di kampus Eropa. Nantinya juga harus juga mencantumkan mata kuliah di Unram. “Itu yang nanti akan dikonversi, itu tidak akan menambah mata kuliah mereka,” ujar Dimas.
Mahasiswa akan mendapatkan banyak hal positif dengan mengikuti beasiswa magang di kampus Eropa. Di antaranya, pengalaman belajar di lingkungan internasional, tidak hanya dari segi bahasa Inggris, tapi juga melatih kemandirian, manajamen waktu dan manajemen keuangan juga. “Mereka bisa fokus studi tanpa memikirkan biaya yang dikeluarkan,” ujar Dimas.
Kegiatan diisi dengan pemaparan oleh pembicara utama. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. (ron)



