spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIBank Indonesia Apresiasi QRIS Bank NTB Syariah Lebih Unggul

Bank Indonesia Apresiasi QRIS Bank NTB Syariah Lebih Unggul

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia (BI) memberikan apresiasi terhadap langkah Bank NTB Syariah yang berhasil mengimplementasikan layanan QRIS di Pasar Dasan Agung dan sejumlah titik lainnya di NTB.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ignatius Adhi Nugroho, usai mengikuti penyerahan penghargaan merchan QRIS Bank NTB Syariah, Kamis, 11 Desember 2025 menilai, digitalisasi di pasar tradisional merupakan terobosan penting dalam membangun ekosistem keuangan digital di level masyarakat akar rumput.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bersama istri, Hj. Sinta dan Dirut Bank NTB Syariah, Nazaruddin, berdiskusi dengan para pedagang pasar di Dasan Agung

“Bank Indonesia sangat mendukung langkah BPD NTB (Bank NTB Syariah) untuk meng-QRIS-kan pasar. Ini adalah langkah awal untuk menggeser budaya masyarakat ke transaksi digital,” kata Ignatius.

Menurutnya, apabila pasar tradisional yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi harian sudah beralih ke transaksi digital, maka sektor-sektor di luar pasar akan jauh lebih mudah terdorong mengikuti jejak yang sama. Hal ini berdampak pada percepatan inklusi ekonomi digital di berbagai lini kehidupan masyarakat.

Peresmian Pojok Bank NTB Syariah di Pasar Dasan Agung

“Kalau pasarnya saja sudah digital, apalagi transaksi seperti parkir, resto, atau warung. Di luar pasar akan lebih mudah mengikuti,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pasar tradisional adalah ekosistem yang paling menantang untuk didigitalisasi karena terdiri dari beragam pedagang, variasi usia, hingga karakter pelanggan yang sebagian besar masih lanjut usia.

“Pasar basah itu salah satu ekosistem yang paling sulit dibuat digital karena keragaman tenant dan usia pedagangnya. Karena itu, jika pasar sudah digital, perkembangan ekosistem di luar pasar akan jauh lebih cepat,” ungkapnya.

Ignatius kemudian menyebut langkah Bank NTB Syariah untuk memasyarakatkan QRIS di pasaran Dasan Agung baru merupakan tahap awal. Ia mendorong perluasan dan keberlanjutan program, sehingga masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital.

“Tidak bisa hanya dilakukan di satu titik dan satu waktu. Digitalisasi harus berkelanjutan dan diperluas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan QRIS memberi manfaat langsung berupa kecepatan, keamanan, kemudahan, serta efisiensi transaksi.

“Keuntungannya itu (bagi pedagang), cepat, mudah, aman, handal, dan murah,” jelasnya.

Ia menyebut pedagang juga terbebas dari risiko menerima uang palsu, salah hitung, uang tercecer, uang lusuh, hingga tak lagi kerepotan menyediakan uang kembalian. Selain itu, semua transaksi tercatat otomatis di rekening pedagang.

“Karena digital, semua masuk ke rekening dan pasti tepat. Tidak ada lagi risiko uang hilang atau salah hitung,” katanya.

Ignatius secara khusus menyoroti keunggulan teknis QRIS Bank NTB Syariah yang mampu memproses transaksi secara real time. Ia menyebut kemampuan tersebut melampaui sejumlah penerbit QRIS lainnya.

“Inovasi NTB Syariah ini keren. Transaksi langsung masuk ke rekening pedagang, real time,” ujarnya.

Menurutnya, kecepatan transaksi ini disebabkan Bank NTB Syariah siap kemungkinan melakukan pre-funding atau “menalangin” sementara transaksi sebelum proses penyelesaian akhir (settlement) dilakukan oleh sistem nasional.

“Begitu ada perintah bayar, langsung dibayar. Artinya NTB Syariah siap nalangin dulu. Itu menunjukkan sistem yang kuat,” demikian Ignatius. (bul/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO