Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, menyiapkan solusi konkret dalam menyikapi kondisi TPA Kebon Kongok yang overload sampah. Solusi yang dilakukan Pemkab Lobar melalui sistem Manajemen Sampah Zero Waste (Masaro) atau sistem dan teknologi pengelolaan sampah yang menghasilkan zero waste.
Pemkab membangun Masaro di dua kecamatan yakni Lingsar dan Batulayar. Masaro ini akan melayani empat kecamatan. Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini mengatakan, keberadaan Masaro di kawasan Senteluk ditujukan mengkaver sampah yang dihasilkan di daerah wisata Kecamatan Batulayar maupun Gunungsari. Masaro ini akan lebih mengefisienkan waktu dan biaya untuk mengangkut dan membuang ke TPA Regional Kebon Kongok yang jauh.
Sama halnya dengan yang di PDU Lingsar yang bisa menyelesaikan masalah sampah di kawasan Lingsar dan Narmada. “Sehingga tidak perlu diangkut ke TPA, berapa biaya BBM bolak balik dipergunakan. Jadi lebih efisien,” jelasnya.
Melalui langkah ini strategi Pemkab Lobar untuk mengurangi pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok. Sebab, pengolahan Masaro itu lebih ramah lingkungan dan produk yang dihasilkan berupa pupuk organik.”Sehingga ke depan angkutan sampah bisa kita kurangi,” ucapnya.
Tidak sampai di situ, LAZ berencana menerapkan kebijakan membayar tarif angkut sampah yang dibawa masyarakat ke Masaro. Sehingga, Pemda tidak perlu mengambil sampah, namun membayar tarif angkut baik masyarakat, kelompok, maupun perusahaan.
“Jadi Pemda membayar, misalnya per ritase. Umpamanya, misal perusahaan A bawa berapa ritase, nanti akan dibayar per bulanan,” ujarnya menerangkan rencananya.
Selain meminta progres perakitan Masaro dipercepat, LAZ juga meminta pihak Dinas mempercepat pembuatan akses jalan menuju TPST Masaro Senteluk agar tidak lagi melalui permukiman warga. (her)



