Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) berhasil menekan angka kemiskinan tahun ini hingga 4.000 jiwa lebih atau 0,75 persen. Dari angka 11,9 Persen 92.000 Jiwa tahun lalu, bisa diturunkan menjadi 12,65 persen atau sekitar 96.570 jiwa tahun ini. Pencapaian penurunan kemiskinan ini melampaui target RPJMD.
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh banyaknya strategi, tetapi oleh kesungguhan dan konsistensi dalam bekerja. “Tidak perlu terlalu banyak strategi. Yang paling penting adalah kemauan untuk bekerja dan menjalankan program secara optimal,” tegasnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Pencapaian Indikator Makro, Kamis (11/12/2025).
Ia menekankan bahwa misi pembangunan daerah harus tercermin dalam capaian nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Menurutnya, terdapat empat indikator utama yang harus menjadi fokus dan pegangan bagi seluruh perangkat daerah, yaitu tidak boleh ada masyarakat yang putus sekolah; tersedianya dan meluasnya lapangan kerja; meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH); serta bertambahnya tingkat melek aksara masyarakat.
“Empat indikator ini adalah fondasi penting dalam mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” ujarnya.
Bupati juga mendorong setiap ASN agar mempunyai target yang jelas dalam bekerja. Ia memberikan contoh sederhana dengan mencatat target dan menempelkannya pada tempat yang mudah terlihat, sehingga menjadi pengingat sekaligus pemacu kinerja harian.
Pada kesempatan ini juga, Bupati menyampaikan kabar positif terkait tindak lanjut kebijakan bagi ASN PPPK paruh waktu. Berdasarkan informasi dari Menteri PAN-RB, pengaturan mengenai status ASN PPPK paruh waktu telah dibuka kembali, sehingga memberikan kepastian bagi para pegawai yang selama ini menunggu regulasi lanjutan.
Di tempat yang sama Kepala Bappeda Lobar Deny Arif Nugroho menambahkan pencapaian ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal indikator ekonomi mikro.
Ia menyebut penurunan sebesar 0,75 persen dibanding tahun 2024 bukan sekadar angka, tetapi cerminan keberhasilan program yang menyentuh masyarakat.“Itu memang tugas dan tanggung jawab kami. Angka kemiskinan 11,9 persen ini sudah sesuai bahkan melampaui target RPJMD yang berada pada kisaran 11,53 hingga 12,4 persen,” jelas Deny.
Selain persentase, penurunan jumlah penduduk miskin juga menunjukkan progres signifikan. Dari 96.000 jiwa pada 2024, kini turun menjadi 92.000 jiwa, atau berkurang sekitar 4.000 orang.
Menurut Deny, keberhasilan ini didorong oleh beberapa program strategis yang difokuskan untuk menguatkan ekonomi masyarakat. Dalam pemaparannya, Deny menyampaikan pemerintah telah menyiapkan empat langkah strategis untuk mendorong penurunan kemiskinan secara lebih agresif, antara lain, pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui intervensi langsung dan program terarah. Selanjutnya, pengurangan beban pendapatan rumah tangga, seperti bantuan UMKM dan program perlindungan sosial. (her)


