spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMRawan Abrasi dan Banjir Rob, BPBD Tetapkan Ampenan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana

Rawan Abrasi dan Banjir Rob, BPBD Tetapkan Ampenan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menetapkan Kecamatan Ampenan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Penetapan ini bertujuan memperkuat peran kecamatan dalam upaya antisipasi dan penanggulangan bencana, mengingat sebagian besar wilayah Ampenan berada di kawasan pesisir yang rawan abrasi pantai dan banjir rob.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, mengatakan bahwa pembentukan Kecamatan Ampenan sebagai wilayah Kencana juga dimaksudkan untuk meningkatkan kolaborasi multipihak, menyusun rencana penanggulangan bencana yang terpadu, serta memperkuat koordinasi antarpelaku dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.

“Melihat kondisi di beberapa wilayah Ampenan yang merupakan daerah pesisir pantai, program Kencana diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah mitigasi bencana,” ujarnya, Minggu (14/12).

Menurut Muzaki, program Kencana juga bertujuan mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta meningkatkan kualitas layanan kebencanaan di wilayah rawan. Selain itu, BPBD Kota Mataram telah menyiapkan pemetaan titik-titik rawan bencana sebagai dasar perencanaan penanggulangan yang lebih efektif.

Ia menjelaskan, penetapan Kecamatan Ampenan sebagai wilayah Kencana menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan di kawasan rawan bencana. Hal ini sejalan dengan kondisi sejumlah wilayah di Kota Mataram yang telah berstatus Desa Siaga Bencana (Destana), seperti Kelurahan Bintaro dan Abian Tubuh Baru di Kecamatan Sandubaya.

Muzaki menegaskan, kawasan Kecamatan Ampenan memiliki risiko tinggi terhadap bencana abrasi pantai dan banjir rob akibat gelombang pasang. Oleh karena itu, penguatan peran kecamatan dinilai penting untuk mempercepat respons dan penanganan darurat saat bencana terjadi.

“Kami harap adanya Kencana mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat sekaligus mempercepat respons penanganan darurat,” katanya.

Di sisi lain, Muzaki menyampaikan bahwa program Kencana juga menjadi sarana strategis untuk menjembatani hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menampung aspirasi serta ide-ide terkait upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui Kencana, aparat kecamatan diharapkan mampu menyusun perencanaan yang terstruktur dan terpadu dalam pengurangan risiko bencana, sekaligus menyinergikan berbagai upaya penanggulangan agar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, program ini juga menjadi acuan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Oleh karena itu, peran camat di wilayah rawan bencana sangat penting dalam mendukung gerakan Kencana sebagai bentuk pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat kecamatan, sekaligus membantu pelaksanaan kewenangan pemerintah kota dalam melindungi warga dari ancaman bencana,” tegas Muzaki.

Ia menambahkan, program Kencana diharapkan dapat menjadi jembatan koordinasi antarpelaku penanggulangan bencana sehingga upaya mitigasi dan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terarah dan optimal.

“Kencana ini juga bisa menjadi jembatan koordinasi antarpelaku penanggulangan bencana,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO