Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan ketersediaan pasokan daging ayam segar di pasar tradisional menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasokan daging ayam dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang paling dicari masyarakat pada periode tersebut.
Untuk menjamin ketersediaan stok, Dinas Perdagangan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah mitra distributor dan pengepul ayam di Kota Mataram. Saat ini, terdapat sekitar lima hingga enam distributor yang secara rutin bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan pihaknya telah mengundang para distributor dan pengepul guna membahas kesiapan stok daging ayam segar menjelang Nataru.
“Distributor yang sering kami ajak berkoordinasi kurang lebih sekitar lima sampai enam distributor dan pengepul. Mereka kami undang untuk membahas ketersediaan stok daging ayam segar jelang Nataru,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Terkait harga, Sri Wahyunida yang akrab disapa Nida menjelaskan bahwa harga daging ayam di tingkat distributor saat ini berada di kisaran Rp37.000 per kilogram. Sementara itu, harga jual di pasar tradisional berkisar antara Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram. Perbedaan harga tersebut dinilai wajar karena adanya biaya operasional yang ditanggung pedagang.
Menanggapi harga daging ayam yang masih relatif tinggi di pasar tradisional, Nida menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh menurunnya jumlah panen ayam pada tahun ini. Penurunan produksi tidak sebanding dengan meningkatnya permintaan masyarakat.
“Biasanya panen bisa mencapai 1.000 ekor, tetapi sekarang hanya sekitar 600 ekor, sementara kebutuhan masyarakat justru meningkat,” jelasnya.
Selain itu, faktor lain yang memengaruhi ketersediaan pasokan adalah berkurangnya pengiriman bibit ayam atau Day Old Chick (DOC), yaitu anak ayam yang baru menetas atau berusia satu hari, dari pusat produksi.
Meski demikian, Dinas Perdagangan Kota Mataram memastikan akan terus berupaya menjaga ketersediaan daging ayam segar di pasar tradisional agar tetap aman dan terkendali selama periode Nataru.
Sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok, Dinas Perdagangan juga bekerja sama dengan sejumlah distributor untuk menggelar pasar rakyat di delapan titik yang tersebar di enam kecamatan di Kota Mataram. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 8 hingga 18 Desember 2025. (pan)



