Mataram (Suara NTB) – Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) gaya hidup berkelanjutan di SDN 19 Cakranegara semakin menarik perhatian. Melalui P5 gaya hidup berkelanjutan, sekolah ini mengolah sampah plastik menjadi beragam kerajinan bernilai guna.
Program P5 Gaya Hidup Berkelanjutan tak hanya menanamkan kepedulian lingkungan, tetapi juga melatih kreativitas murid sejak dini.
Guru SDN 19 Cakranegara Nurhidayah mengatakan, P5 Gaya Hidup Berkelanjutan berangkat dari kondisi lingkungan sekolah. Sampah plastik yang banyak ditemukan diolah menjadi tas, kotak tisu hingga bak sampah.
“Kami kolaborasi dengan wali murid untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai karya,” ujarnya.
Pelaksanaan P5 Gaya Hidup Berkelanjutan dilakukan secara bergilir per jenjang. Para murid mendapat giliran mengolah sampah plastik menjadi produk kreatif.
Setiap murid terlibat penuh mulai dari pengumpulan sampah plastik, memilah, mengolah, hingga menghasilkan kerajinan. “Murid sendiri yang buat kerajinan dari sampah ini,” kata Nurhidayah.
Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini menjelaskan, pengelolaan sampah sudah berjalan rutin di sekolah. Murid dibiasakan mengumpulkan sampah anorganik, kemudian dipilah antara yang bisa dimanfaatkan dan yang harus dijual. “Murid yang mengumpulkan sampah di sekolah,” ujar Sri.
Hasil program P5 Gaya Hidup Berkelanjutan tidak hanya berupa kerajinan. Sampah plastik yang tidak dapat diolah kembali dijual dan menghasilkan pemasukan kecil. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan murid. “Hasil penjualan sampah plastik dipakai untuk kebutuhan anak,” tuturnya.
Dengan P5 Gaya Hidup Berkelanjutan ini, Sri berharap murid semakin peka terhadap masalah lingkungan sekaligus terbiasa berkreasi dari sampah plastik. “Program ini juga memperkuat komitmen sekolah menuju budaya ramah lingkungan,” pungkasnya. (sib)



